news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Ditopang Sektor Energi, IHSG Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Sejak perdagangan dibuka, IHSG bergerak di wilayah positif dan mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi pertama dan berlanjut pada sesi kedua sampai penutupan.
Selasa, 2 Juni 2026 - 17:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Selasa (2/6/2026) sore di zona hijau. Penguatan indeks terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham sektor energi.

IHSG ditutup naik 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 8,10 poin atau 1,33 persen menjadi 619,27.

"IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Antara.

Nico menjelaskan, pelaku pasar masih bersikap waspada terhadap perkembangan global, khususnya terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu volatilitas harga minyak dunia.

Ketidakpastian geopolitik juga masih membayangi pasar. Sejumlah laporan menyebut Teheran menghentikan sementara pembicaraan dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan proses negosiasi masih berlangsung.

"Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon," ujar Nico.

Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia naik dari 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan aktivitas sektor domestik mulai kembali ekspansif meski tekanan global masih memengaruhi kinerja ekspor.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 90 juta dolar AS. Nilai ekspor tercatat mencapai 25,30 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 25,21 miliar dolar AS.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak di wilayah positif dan mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi pertama. Tren tersebut berlanjut pada sesi kedua sampai penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatat kenaikan. Sektor energi menjadi pemimpin dengan penguatan 1,78 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,64 persen dan sektor barang baku sebesar 0,58 persen.

Sebaliknya, enam sektor berada di zona merah. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20 persen, disusul sektor kesehatan yang melemah 2,65 persen dan sektor properti turun 1,13 persen.

Saham-saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar yakni TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 2.572.956 kali. Sebanyak 31,25 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp25,47 triliun. Tercatat 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei turun 330,33 poin atau 0,49 persen menjadi 66.604,00. Sebaliknya, indeks Shanghai naik 17,36 poin atau 0,43 persen ke 4.075,10, indeks Hang Seng menguat 640,14 poin atau 2,52 persen ke 26.038,32, serta indeks Strait Times bertambah 51,13 poin atau 1,01 persen menjadi 5.088,99. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
01:06
03:52
04:26
01:37
01:24

Viral