- PNM
Dorong Literasi di Wilayah 3T, PNM Buka Jendela Dunia bagi Anak-Anak di Kepulauan Rinca
Ia mengungkapkan, anak-anak menyambut antusias hadirnya Ruang Pintar PNM yang dilengkapi berbagai buku baru dan sarana belajar yang lebih nyaman. Bagi sebagian anak, kesempatan membaca buku cerita bergambar maupun belajar bersama dalam ruang yang memadai merupakan pengalaman yang sebelumnya jarang mereka rasakan.
“Anak-anak di sini sebenarnya punya rasa ingin tahu yang besar. Ketika ada tempat belajar yang dibuat nyaman dan menyenangkan, mereka senang sekali datang, membaca, bahkan sekadar berkumpul untuk belajar bersama. Bantuan dari PNM ini membuat mereka punya ruang baru untuk bermimpi,” katanya.
Ruang Pintar Pojok Baca Rinca dirancang bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang belajar dan bertumbuh bersama. Beragam buku anak, cerita bergambar, bacaan pengetahuan umum, serta fasilitas pendukung lainnya disediakan untuk menciptakan pengalaman literasi yang lebih menarik.
Selain menjadi tempat membaca, ruang tersebut dimanfaatkan anak-anak untuk berdiskusi, mengikuti permainan edukatif, hingga mengenal berbagai hal baru yang sebelumnya belum banyak mereka temui.
Di berbagai wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), tantangan pendidikan tidak selalu dapat diatasi hanya dengan pembangunan sekolah. Kehadiran ruang literasi seperti ini memiliki peran penting karena literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan sarana untuk membuka wawasan dan membangun cita-cita.
Lewat buku dan ruang belajar yang sederhana, anak-anak mulai mengenal beragam profesi, impian, dan dunia yang lebih luas dari lingkungan tempat mereka dibesarkan. Sementara itu, pemberdayaan yang diberikan kepada para pelaku usaha ultra mikro turut membantu para orang tua membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Kehadiran Ruang Pintar Pojok Baca Rinca menjadi bukti bahwa akses literasi dapat menjadi langkah nyata untuk memperluas kesempatan dan menumbuhkan harapan baru bagi generasi muda di daerah terpencil. Dengan dukungan berbagai pihak, mimpi anak-anak di Pulau Rinca memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan terwujud. (rpi)