- YPPH
Kampus SPH Pluit Resmi Groundbreaking, Mendikdasmen dan James Riady Ungkap Misi Besar Investasi SDM
Jakarta, tvOnenews.com - Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) baru saja meresmikan pembangunan kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan atau SPH Pluit, Jakarta Utara.
Peletakan batu pertamanya digelar pada Selasa (2/6/2026) dan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen), Gubernur Daerah Khusus Jakarta, sejumlah tokoh nasional dan masyarakat, orang tua murid, siswa, tenaga pendidik, serta perwakilan komunitas YPPH dan SPH.
Dalam sambutannya, jajaran pimpinan YPPH dan SPH menyampaikan bahwa pembangunan kampus baru ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan Kristen internasional yang berkualitas, berpusat pada Kristus, serta relevan dengan kebutuhan generasi masa depan Indonesia.
Sementara itu, Mendikdassmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kemajuan bangsa.
“Saya setuju bahwa pendidikan adalah tentang investasi sumber daya manusia, ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bahwa bangsa kita dibangun dengan kuat," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (5/6/2026).
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YPPH, James Riady, mengatakan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling strategis dalam membangun masa depan Indonesia.
"SPH Pluit hadir bukan hanya untuk mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang memiliki hikmat, integritas, belas kasih, dan iman. Pendidikan yang sejati harus membentuk pikiran sekaligus hati," katanya.
Kampus permanen baru SPH Pluit dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare di kawasan strategis yang berdekatan dengan Lippo Mall Pluit. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2027 dan mulai digunakan pada Januari 2028.
Fasilitas pendidikan itu akan melayani siswa mulai dari tingkat kindergarten hingga grade 12 dengan kapasitas sekitar 1.200 siswa.
SPH Pluit berdiri sejak 2014 dan berkembang menjadi salah satu sekolah internasional terkemuka di Jakarta Utara. Dengan menggunakan kurikulum Cambridge dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, sekolah ini terus mencatat pertumbuhan yang konsisten selama lebih dari satu dekade.
Saat ini SPH Pluit menampung sekitar 500 siswa dan telah mencapai kapasitas maksimal. Jumlah calon siswa dalam daftar tunggu juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak awal, kampus yang saat ini beroperasi di kompleks Lippo Mall Pluit memang dirancang sebagai lokasi sementara sebelum kampus permanen dibangun. Namun, proses perizinan dan persetujuan pembangunan memerlukan waktu hampir 12 tahun hingga seluruh persyaratan dapat diselesaikan.
“Anugerah Tuhan yang luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai,” ujar Presiden YPPH, Jonathan Parapak.
Kampus baru SPH Pluit berlokasi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, berdampingan dengan Lippo Mall Pluit dan tidak jauh dari kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang berkembang pesat. Bangunan sekolah akan memiliki luas sekitar 22.000 meter persegi, terdiri dari tiga lantai, dan dirancang oleh firma arsitektur Aang Wirawan Studio.
SPH Pluit merupakan bagian dari jaringan pendidikan YPPH yang saat ini mencakup 71 sekolah dengan lebih dari 42.000 siswa di berbagai daerah di Indonesia.
Seluruh sekolah di bawah YPPH mengusung visi pendidikan Kristen yang sistemik, berpusat pada Kristus, holistik, dan transformatif.
Dalam pendekatan tersebut, nilai-nilai iman Kristen tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi menjadi fondasi yang membentuk keseluruhan sistem pendidikan, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hubungan antarwarga sekolah, kepemimpinan, cara pandang terhadap dunia, hingga pembentukan karakter peserta didik.
SPH meyakini bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga bertujuan membangun hikmat, integritas, belas kasih, kepemimpinan, kreativitas, serta pemahaman mendalam terhadap kebenaran.
Sebagai sekolah Kristen yang menerapkan pendekatan sistemik, SPH berupaya mengintegrasikan iman dan pembelajaran dalam seluruh bidang studi sekaligus mempersiapkan siswa agar mampu berkontribusi secara bijaksana, berani, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, sekolah tetap memberikan perhatian besar terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin dan pemahaman budaya Tionghoa. Langkah ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Jakarta Utara serta semakin eratnya keterhubungan ekonomi kawasan Asia dan dunia. (rpi)