- Pertamina
Pertamina Percepat Transisi Energi Lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon, Kurangi Emisi Metana hingga 40%
Sementara pada sektor bisnis rendah karbon, Pertamina terus mengembangkan inovasi bahan bakar nabati atau biofuel. Perusahaan memperkirakan potensi penjualan biofuel dapat mencapai 60 juta kiloliter pada 2029, dengan salah satu proyek utama berada di Bio Refinery Cilacap.
Di sektor energi terbarukan, Pertamina berupaya mengoptimalkan potensi listrik panas bumi hingga 1,4 gigawatt melalui pengembangan proyek di Hululais dan Lahendong.
Salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan adalah Geothermal Lahendong Unit 7 dan 8. Proyek tersebut telah masuk dalam Green Book Kementerian PPN/Bappenas sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi dan pembangunan rendah karbon.
Masuknya proyek tersebut ke dalam Green Book membuka peluang memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan internasional, termasuk World Bank, sehingga dapat mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi nasional dan memperkuat bauran energi bersih Indonesia.
Selain itu, Pertamina menargetkan penurunan emisi metana (CH4) hingga 40% dibandingkan tingkat emisi dasar tahun 2021. Di sektor hulu, target tersebut didukung melalui program zero flaring dan kampanye Leak Detection and Repair (LDAR) untuk mendeteksi serta memperbaiki kebocoran.
Program LDAR tercatat mampu menekan emisi metana yang tidak terkontrol hingga 30–39,7 persen.
Keberhasilan program tersebut terlihat di sejumlah wilayah operasi. Di lapangan PEP Donggi Matindok, upaya pengendalian emisi berhasil mengurangi tingkat kebocoran hingga 68,4 persen pada 2025.
Sementara itu, di JOB Pertamina-Medco E&P Tomori, program serupa mampu memangkas emisi metana sekitar 30 persen pada 2025. Adapun PT Badak NGL berhasil menurunkan emisi CH4 hingga 38,7 persen pada tahun yang sama.
Melalui berbagai program dekarbonisasi dan pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung pencapaian target pengurangan emisi dan transisi menuju energi berkelanjutan. (rpi)