news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kegiatan urban farming yang sedang diupayakan sebagai pendukung ketahanan pangan nasional..
Sumber :
  • Pertamina

Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu

Sebagai upaya memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Pertamina Patra Niaga tengah menggencarkan program bioflok dan urban farming.
Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Guna mendukung ketahanan pangan nasional, berbagai Program Community Involvement and Development (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat tengah digencarkan.

Solusinya tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,

Salah satu program unggulan yang tengah digalakkan PT Pertamina Patra Niaga adalah pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Upaya tersebut diharapkan jadi jawaban atas tantangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, dan ancaman abrasi.

Lewat teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil melalui budidaya ikan nila dengan masa panen sekitar 4–6 bulan. 

Program ini juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp. 9,3 juta per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

Pengembangan Urban Farming Terpadu

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang mengoptimalkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. 

Program ini lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan ekonomi, dan kebutuhan akses pangan yang lebih terjangkau. 

Lewat integrasi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat mampu menghasilkan telur dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak.

Salah satu anggota Kelompok Habonaron, Asih, menyampaikan bahwa “sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini”. 

Menyambut respons warga tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral