news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • BI

Pengamat Prediksi Akhir Tahun Suku Bunga Naik 200 Basis Poin, BI Diminta Siap Hadapi Tekanan Global

Pengamat menilai bahwa momentum kenaikan suku bunga kali ini sangat tepat karena dilakukan saat tensi geopolitik global mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Selasa, 9 Juni 2026 - 15:43 WIB
Reporter:
Editor :

Di balik optimisme tersebut, Ibrahim menilai penguatan rupiah yang terjadi setelah kebijakan BI berpotensi hanya bersifat sementara apabila persoalan fiskal belum mendapat perhatian serius. Ia menyoroti kondisi defisit anggaran yang mendekati batas 3 persen sebagai salah satu faktor yang masih menjadi perhatian investor.

“Tetapi, kalau saya lihat bahwa penguatan mata uang rupiah ini hanya bersifat sementara, ya, karena belum ada satu kepastian, ya, tentang fiskal yang kita lihat masih defisit, ya mendekati 3 persen dan ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” bebernya.

Menurut Ibrahim, selama beberapa bulan terakhir BI telah mengerahkan hampir seluruh instrumen kebijakan yang dimilikinya untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Mulai dari intervensi di pasar valuta asing, pasar obligasi, hingga penyesuaian suku bunga acuan.

“Karena apa? Karena lagi-lagi saya katakan bahwa Bank Indonesia sudah all out, ya, dalam melakukan, apa, intervensi di pasar, baik pasar internasional, pasar domestik, obligasi, valuta asing, bahkan sudah menaikkan 75 basis poin yang saya kira bahwa sampai akhir tahun, BI kemungkinan hanya 100 basis poin, tetapi pada saat hari ini sudah total 75 basis poin,” tukasnya.

Ia bahkan memperingatkan kemungkinan BI harus mengambil langkah yang lebih agresif apabila situasi global kembali memburuk dalam beberapa bulan ke depan.

“Ada kemungkinan besar kalau kondisi global, ya, masih memburuk, kemungkinan besar Bank Indonesia sampai akhir tahun akan menaikkan suku bunga 200 basis poin, bisa di 2 persen,” tandas dia.

Sebelumnya, BI dalam RDG Mingguan pada Selasa (9/6/2026) memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang tertekan akibat perang di Timur Tengah, tingginya permintaan valuta asing domestik, serta derasnya aliran keluar investasi portofolio asing. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:07
06:35
02:22
00:51
00:54
00:47

Viral