news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Anindya Bakrie: Rupiah Mulai Bangkit, Dunia Usaha Percaya Ekonomi Indonesia Lebih Tangguh

Ketum Kadin Anindya Bakrie membeberkan bahwa pelaku pasar mulai melihat ketahanan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain di tengah gejolak global.
Jumat, 12 Juni 2026 - 14:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai melihat ketahanan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain yang juga menghadapi tekanan global.

Di tengah penguatan dolar AS, gejolak pasar keuangan dunia, hingga kenaikan harga BBM nonsubsidi, dunia usaha justru melihat fundamental ekonomi nasional masih berada di jalur yang kuat.

Karena itu, fokus utama saat ini adalah memperbesar arus investasi dan perdagangan untuk memperkuat posisi rupiah secara berkelanjutan.

“Pertama-tama kalau mengenai kenaikan Rupiah, kita tahu bahwa fundamental ekonomi kita kuat. Dan memang kenaikan Rupiah ini mulai dilihat bahwa ternyata Indonesia ekonominya lebih resiliensi daripada yang lain-lain sampaikan,” kata Anindya usai acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Sebagai informasi, IHSG dibuka melonjak 81,33 poin atau 1,38 persen ke level 5.967 pada pukul 09.50 WIB. Pada saat yang sama, rupiah berhasil kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat setelah menguat ke posisi Rp17.937 per dolar AS.

Menurut Anindya, penguatan rupiah yang terjadi saat ini perlu dijaga dengan meningkatkan masuknya devisa melalui investasi dan ekspor. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar penguatan nilai tukar tidak hanya bersifat sementara akibat sentimen pasar.

“Nah, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita meningkatkan investasi dan juga perdagangan supaya membawa lebih banyak lagi apa nilai tukar asing ke Indonesia. Dan ini akan membuat penguatan yang lebih jangka panjang,” ujarnya.

Selain menyoroti nilai tukar, Anindya juga menanggapi dampak kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Menurut dia, kondisi inflasi Indonesia masih relatif terkendali dibandingkan banyak negara lain sehingga ruang ekonomi domestik masih cukup kuat menghadapi penyesuaian harga energi.

“Nah, kedua, kalau misal kenaikan harga, kita lihat dibanding negara-negara lain, kita masih inflasinya itu di bawah rata-rata,” katanya.

Meski mengakui kelompok masyarakat menengah ikut merasakan dampak kenaikan harga, Anindya menilai kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG subsidi menjadi bantalan penting untuk menjaga daya beli masyarakat yang paling rentan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:21
01:48
01:14
07:12
02:31
01:33

Viral