- Setpres
Prabowo Bongkar Rp15.000 Triliun Kekayaan Indonesia Ngalir ke Luar: Belum Ada Profesor yang Bantah
Prabowo kemudian mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah setiap hari.
“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah, ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar. Kalau darah kita, tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayanya Republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri,” tegasnya.
Presiden juga mengungkap salah satu dugaan modus yang menyebabkan kebocoran tersebut, yakni praktik under invoicing atau pelaporan nilai dan volume ekspor yang tidak sesuai fakta.
“Ternyata sekali lagi dari PBB yang terjadi adalah yang disebut under invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi,” kata Prabowo.
Berdasarkan data yang dikutipnya, kerugian akibat praktik tersebut disebut mencapai angka fantastis selama lebih dari tiga dekade.
“Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi US$908 miliar selama 34 tahun atau Rp15.000 triliun. Rp15.000 triliun. Saudara-saudara, ini semua data keluar,” tandas dia. (agr/rpi)