news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi rupiah.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan M.

Rupiah Dibuka Lesu Rp17.959 per Dolar AS, MSCI hingga Ancaman PHK Massal Jadi Pemicu

Salah satu faktor utama yang menekan pergerakan rupiah adalah antisipasi pasar terhadap pernyataan MSCI. Selain itu, isu akan terjadinya PHK massal juga diduga menjadi pemicu.
Rabu, 24 Juni 2026 - 13:34 WIB
Reporter:
Editor :

“Sinyal daya saing industri manufaktur nasional yang kemungkinan besar mengalami pelemahan, ya, di mana ada dua perusahaan besar, ya, otomotif yang akan menghentikan produksinya dan berpindah ke Vietnam sehingga akan berdampak terhadap ribuan karyawan yang akan terkena PHK,” katanya.

Tekanan terhadap sektor manufaktur, lanjut Ibrahim, tidak hanya terjadi pada industri otomotif. Di sejumlah kawasan industri di Jawa Barat, perusahaan-perusahaan padat karya juga disebut mulai menutup fasilitas produksinya.

“Nah, di Jawa Barat banyak sekali perusahaan-perusahaan padat karya yang menutup, ya, pabriknya dan ini berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan daya saing industri nasional sekaligus menekan daya beli masyarakat yang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan fiskal pemerintah. Ibrahim menilai tren defisit anggaran yang terus meningkat berpotensi menjadi sentimen negatif tambahan bagi rupiah.

“Defisit anggaran yang kemungkinan besar ini juga akan naik lagi, karena kita lihat di Pagu sendiri defisit anggaran itu maksimal adalah 2,68 persen, tetapi kita lihat bahwa di bulan Mei, ya, itu sudah di atas di 2,8,” katanya.

Ia memperkirakan defisit anggaran pada Juni berpotensi kembali meningkat dan mendekati batas psikologis 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kemungkinan besar di bulan Juni ini pun juga akan kembali menaik. Artinya apa? Bahwa defisit anggaran itu kemungkinan akan mendekati 3 persen,” ujar Ibrahim. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
01:39
05:35
03:36
12:21
05:10

Viral