- ANTARA
Rupiah Ditutup Rp17.943, Pengamat Sebut Indonesia Bertahan di Tengah Perang Timur Tengah
Di sektor industri, aktivitas manufaktur juga masih bertahan di zona ekspansi meskipun tipis.
“Ketahanan makro juga tercermin dari posisi cadangan devisa yang bertengger di level US$144,9 miliar per akhir Mei 2026, realisasi investasi yang mencapai angka Rp498,8 triliun pada kuartal I/2026, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang masih tertahan di zona ekspansi marjinal pada level 50,” katanya.
Namun di balik sederet indikator positif tersebut, Ibrahim mengingatkan adanya satu sinyal yang perlu diwaspadai, yakni tren penyusutan surplus neraca perdagangan Indonesia.
Meski Indonesia masih membukukan surplus selama 72 bulan berturut-turut, nilainya terus mengalami penurunan sehingga berpotensi mengurangi pasokan devisa di masa mendatang.
“Di balik capaian tersebut, ada catatan khusus terkait kinerja neraca perdagangan. Meski berhasil mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut, tren surplus tersebut kian menyusut,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah terus mencari sumber devisa baru untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional. Salah satu sektor yang dinilai paling cepat menghasilkan devisa adalah pariwisata.
“Dengan kondisi yang semakin menipis, pemerintah terus menggenjot sektor-sektor yang bisa menghasilkan devisa. Salah satunya adalah pariwisata yang menjadi low hanging fruit,” kata Ibrahim. (agr/cmi)