news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

KEK Industropolis Batang digadang jadi Shenzhen-nya Indonesia..
Sumber :
  • Istimewa

Digadang Jadi “Shenzhen” Indonesia, KEK Industropolis Batang Matangkan SDM Lokal untuk Masuk Ekosistem Industri Global

KEK Industropolis Batang membekali SDM lokal lewat agar siap bersaing di industri global, sekaligus sebagai upaya memperkuat daya tarik investasi berkelanjutan.
Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK Industropolis Batang telah digadang-gadang akan menjadi kawasan industri layaknya "Shenzhen" di Indonesia.

Sejalan dengan cita-cita itu, kawasan ini berupaya membuktikan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi global yang stabil, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan kebutuhan dunia kerja ke depan, KEK Industropolis Batang resmi menutup Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 pada Jumat (3/7/2026).

Program tersebut dilaksanakan untuk membekali tenaga kerja atau SDM lokal agar matang secara mental, fisik, dan kompetensi sebelum terjun langsung ke lantai produksi berstandar global.

Plt. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyebut bahwa kesiapan memasuki dunia industri modern tidak lagi cukup jika hanya dibangun di dalam ruang kelas. Melalui PRIMA 2026, pihak KEK ingin mengambil peran aktif langsung sebagai bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif.

"Membangun kawasan industri adalah sebuah investasi. Namun membangun manusia yang akan menghidupkan kawasan itulah warisan yang sesungguhnya. Melalui program ini, kami merumuskan kurikulum berbasis kebutuhan nyata industri, dipadukan dengan Praktik Kerja Lapangan yang menyentuh langsung realita operasional. Langkah ini memberikan jaminan dan rasa percaya diri kepada para tenant maupun calon investor global bahwa KEK Industropolis Batang adalah ekosistem investasi yang matang dan berkelanjutan," ujar Indri Septa Respati dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Selama lima hari pelaksanaan, peserta PRIMA 2026 mendapatkan mentor dan pembelajaran langsung dari para praktisi HR korporasi dunia yang telah beroperasi di kawasan, antara lain PT KCC Glass Indonesia, PT Wavin Manufacturing Indonesia, PT Unipack Plasindo, PT Yih Quan Footwear, PT Profinder Solusi Indonesia, dan PT Ace Medical Products.

Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga melihat langsung standar industri tinggi melalui kunjungan produksi ke PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing.
 
Pelaksanaan PRIMA 2026 yang berlangsung selama lima hari itu juga mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah daerah. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih.

Ia menyatakan kebanggaannya atas inisiatif konkret yang diinisiasi oleh KEK Industropolis Batang dalam menyiapkan generasi penerus. Beliau juga memberikan pesan mendalam bagi para peserta.

"Pemerintah Kabupaten Batang sangat bangga dan mendukung penuh program PRIMA ini. KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun pabrik dan infrastruktur, tetapi secara nyata ikut membangun manusia. Kepada para peserta, anak-anakku, kalian adalah aset Kabupaten Batang," ungkap Sri Purwaningsih.

"Dengan kompetensi dan mentalitas setara pekerja global yang diajarkan di sini, masyarakat Batang tidak lagi menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama industri. Ini membuktikan bahwa daerah kita sangat siap menyambut investasi skala dunia," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, Agus Nowo Edy. Pihaknya menekankan bahwa lompatan metodologi dalam PRIMA 2026 diharapkan menjadi kiblat baru bagi keterlibatan dunia pendidikan dalam industri (link and match).

"Tahun ini terjadi lompatan besar, di mana 8 SMK dengan 160 peserta terlibat aktif, bahkan guru-guru pun ikut terjun langsung dalam kepanitiaan bersama HR para tenant. Ini adalah integrasi kurikulum vokasi yang sesungguhnya," jelas Agus Nowo Edy.

"Kami dari pihak provinsi melihat program ini sebagai standar emas baru nasional. KEK Industropolis Batang telah berhasil meyakinkan dunia pendidikan bahwa lulusan SMK kita mampu memiliki resiliensi tinggi, dan kami siap terus berkolaborasi memperluas program ini di masa depan," sambungnya.

Program ini juga didukung oleh Tim Jasa Psikologi Universitas Diponegoro serta pelatih kedisiplinan TNI dari PT Bintara Mitra Andalan. Kolaborasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja.

Hasilnya, sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di kawasan, seperti PT Ace Medical Products dan PT Elecmetal Longteng, langsung merekrut ratusan lulusan SMK lokal setelah program berakhir.

Keberhasilan tersebut diklaim semakin mengukuhkan posisi KEK Industropolis Batang sebagai magnet investasi masa depan yang mandiri, kompetitif, dan membanggakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral