- Antara
IHSG Dibuka Menghijau 28 Poin pada Perdagangan 15 Juli 2026, Berpotensi Menguat
Jakarta, tvOnenews.com - Pada pembukaan perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, IHSG menguat 28 poin atau 0,47 persen di level 6.068.
Dalam riset hariannya, Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi tes support.
"IHSG akan tes support di 5.980-6.000 jika kuat di area tersebut, berpotensi melanjutkan kenaikan," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat usai perdagangan Senin, 14 Juli 2026.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,74 persen dan Topix naik 0,79 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,73 persen dan Kosdaq melemah 1,92 persen.
Hang Seng Hong Kong menguat 0,52 persen, Taiex Taiwan turun 1,42 persen dan ASX 200 Australia ditutup flat.
Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,43 persen dan FTSE Malay KLCI menguat 1,27 persen.
Bursa saham Asia berfluktuasi di tengah harga minyak menyentuh level tertinggi dalam satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk Persia dan berencana mengenakan pungutan 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Di lain sisi, data inflasi bulan Juni yang dirilis dengan pembacaan indeks harga konsumen terbaru dijadwalkan pada pukul 8:30 pagi waktu ET.
"Support IHSG berada di level 5.980-6.000, sementara resist IHSG di rentang 6.100-6.150," terangnya.
Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026) kemarin.
Penguatan indeks-indeks itu didorong data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta rebound saham-saham semikonduktor.
Indeks S&P 500 naik 0,38 persen, Nasdaq Composite menguat 0,9 persen dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,02 persen.
Penguatan Wall Street sempat tertahan oleh anjloknya saham IBM hingga 25 persen setelah perusahaan memperingatkan laba kuartal II-2026 akan berada di bawah ekspektasi akibat melemahnya permintaan pada bisnis perangkat lunak dan infrastruktur. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)