news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana diskusi panel bertajuk “Risk Assessment and Mitigation Strategy Program Listrik Desa dan PLTS”..
Sumber :
  • PT PLN (Persero)

PLN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Implementasi Program Listrik Desa

Guna merealisasikan percepatan perluasan akses listrik ke wilayah pelosok, PT PLN (Persero) memperkokoh kerja sama dengan para pemangku kepentingan melalui gelaran Alignment Forum Program Listrik Desa yang dilaksanakan pada Senin (13/7). 
Jumat, 17 Juli 2026 - 16:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Guna merealisasikan percepatan perluasan akses listrik ke wilayah pelosok, PT PLN (Persero) memperkokoh kerja sama dengan para pemangku kepentingan melalui gelaran Alignment Forum Program Listrik Desa yang dilaksanakan pada Senin (13/7). 

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjamin pemerataan energi di seluruh tanah air.

Proyek ambisius ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui komitmen anggaran sebesar Rp10,3 triliun untuk pelaksanaan tahap pertama pada tahun 2026. Kolaborasi erat antara pihak PLN dan pemerintah ini pun menuai tanggapan positif dari berbagai kepala daerah. 

Mereka mengapresiasi upaya nyata tersebut karena terbukti mampu mempercepat hadirnya infrastruktur listrik bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Adapun forum tersebut mempertemukan pemerintah sebagai regulator, kejaksaan sebagai fungsi pengawasan dalam penegakan hukum, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra kerja PLN. 


Ilustrasi petugas PLN melakukan edukasi kelistrikan kepada salah satu warga yang menerima penyambungan listrik di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Melalui forum ini seluruh pemangku kepentingan menyelaraskan langkah, memperkuat tata kelola, dan mempercepat implementasi Program Listrik Desa di seluruh Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno, menegaskan bahwa percepatan Program Listrik Desa harus didukung dengan data yang akurat agar pelaksanaannya tepat sasaran. 

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun 2026 untuk mempercepat pemerataan akses listrik, dengan pelaksanaan yang akan dikawal bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan agar berjalan secara akuntabel.

"Validasi data menjadi langkah penting agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam memperoleh akses listrik. Kami ingin memastikan seluruh lokasi yang memang membutuhkan listrik dapat teridentifikasi dengan baik, sehingga pelaksanaan Program Listrik Desa benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik tidak boleh berhenti sebagai komitmen atau target semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan.
 
“Kami mengapresiasi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia. Arahan beliau jelas, yaitu mewujudkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Darmawan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
04:23
02:55
01:22
01:15
02:16

Viral