news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Wentao..
Sumber :
  • dok. Kemenko Perekonomian

Airlangga Dorong China Genjot Investasi di RI, Bidik Proyek Energi hingga Kawasan Industri

Airlangga menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan China harus naik kelas, tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga menghasilkan investasi
Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara langsung mendorong China melakukan peningkatan investasi, transfer teknologi, hingga pengembangan kawasan industri dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Wentao, di Shanghai, China, Jumat (17/7/2026).

Sejak awal pertemuan, Airlangga menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan China harus naik kelas, tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga menghasilkan investasi yang mampu memperkuat industri nasional.

“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Airlangga, dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

China sendiri masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$154,6 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,24 persen selama periode 2021–2025.

Di sisi investasi, realisasi modal asal China mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia, terutama di sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Salah satu fokus utama pembahasan ialah percepatan implementasi program Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga kini, Indonesia dan China telah menandatangani 30 nota kesepahaman (MoU) dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp37,1 triliun.

Namun, pemerintah menegaskan berbagai kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen semata.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Airlangga.

Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan yang masuk dalam skema TCTP agar peluang investasi semakin luas. 

Pemerintah berharap Kementerian Perdagangan China dapat mendorong lebih banyak perusahaan asal Negeri Tirai Bambu menjadi investor, mitra strategis, maupun pengembang kawasan industri dan komersial di Indonesia.

Selain memperkuat investasi manufaktur, Airlangga turut mengundang perusahaan-perusahaan China untuk mengambil bagian dalam agenda transisi energi nasional. 

Pemerintah membuka peluang investasi besar dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt, termasuk memperkuat rantai pasok industri panel surya di dalam negeri.

Indonesia juga mengapresiasi keterlibatan investor China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata, yang dinilai menjadi bukti kuat potensi kolaborasi kedua negara dalam pengembangan energi bersih sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

Dalam forum tersebut, Airlangga juga mendorong penguatan kerja sama regional melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Indonesia berharap mendapat dukungan China agar sekretariat permanen RCEP ditempatkan di Indonesia sebagai langkah memperkuat koordinasi antarnegara anggota sekaligus meningkatkan efektivitas implementasi perjanjian perdagangan terbesar di dunia tersebut.

Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di China, pemerintah juga mengajak Beijing mulai menyiapkan proyek-proyek strategis yang dapat diumumkan dalam pertemuan para kepala negara kedua negara.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkas Airlangga. (agr/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
04:23
02:55
01:22
01:15
02:16

Viral