news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Para Pemimpin Bank Sentral Asia Pasifik.
Sumber :
  • dok. Bank Indonesia

BI Sebut Bank Sentral Asia Pasifik Sepakat Perketat Tata Kelola AI Hadapi Risiko Digital

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama 31st EMEAP Governors’ Meeting yang berlangsung di Singapura pada 23–24 Juli 2026.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bank-bank sentral di kawasan Asia Pasifik memperkuat langkah menghadapi era kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di tengah ancaman risiko digital.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan percepatan transformasi digital sektor keuangan, para gubernur bank sentral yang tergabung dalam Executive Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) sepakat memperketat tata kelola penerapan AI agar mampu meningkatkan kinerja tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama 31st EMEAP Governors’ Meeting yang berlangsung di Singapura pada 23–24 Juli 2026.

Pertemuan dihadiri para Gubernur Bank Sentral Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand, serta Deputi Gubernur Bank Sentral Tiongkok dan Hong Kong SAR.

Dalam forum tersebut, para gubernur menilai AI membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas bank sentral, namun di saat yang sama menghadirkan risiko baru yang harus diantisipasi melalui tata kelola, pengawasan, dan mitigasi risiko yang kuat.

Karena itu, EMEAP menegaskan pentingnya kesiapan bank sentral dalam merespons perubahan global melalui bauran kebijakan yang adaptif, sekaligus memastikan adopsi AI dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan risiko terhadap perekonomian maupun stabilitas sistem keuangan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pemanfaatan AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi, baik dalam pelaksanaan fungsi bank sentral maupun pengembangan sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang.

“Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik,” ujar Perry, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

Forum juga mengingatkan bahwa percepatan adopsi AI harus dibarengi dengan kerangka tata kelola dan pengawasan yang semakin kuat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya ketergantungan terhadap penyedia teknologi AI dan layanan komputasi awan (cloud), sekaligus meminimalkan risiko yang dapat merambat antarlembaga keuangan maupun lintas negara.

Selain isu AI, para gubernur bank sentral EMEAP juga menyepakati penguatan kolaborasi regional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun tata kelola AI, meningkatkan ketahanan siber, serta menghadapi ancaman penipuan digital (digital fraud and scams) yang semakin kompleks dan bersifat lintas batas.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:59
01:29
04:17
05:51
07:09

Viral