news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ribuan peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan ke wilayah transmigrasi..
Sumber :
  • Dok. Kementrans

1.476 Akademisi Diterjunkan ke 53 Kawasan Transmigrasi, Kementrans Bidik Peluang Ekonomi Baru

Kementrans menerjunkan ribuan akademisi muda untuk disebar ke 53 wilayah transmigrasi lewat program Tim Ekspedisi Patriot 2026. Salah satu misi mereka adalah membuka peluang ekonomi baru.
Minggu, 26 Juli 2026 - 20:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 1.476 akademisi diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyebut tujuan pengerahan ini untuk memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi di wilayah transmigrasi RI.

Selain itu, ribuan peserta itu juga akan mengemban tugas untuk memetakan potensi daerah, mencari solusi atas persoalan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan TEP tahun ini adalah bagian pelaksanaan angkatan (batch) kedua setelah program serupa digelar pada 2025 dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta.

"Tahun ini kita tempatkan di 53 kawasan transmigrasi dengan jumlah total 1.476 orang. Tujuannya melakukan tindak lanjut riset dari Tim Ekspedisi Patriot 2025, kemudian melakukan tindakan praksis terhadap perintisan program produk unggulan yang ada di kawasan transmigrasi," katanya dalam Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026, di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).

Disampaikan bahwa peserta TEP 2026 kali ini terdiri atas 39 profesor, 10 peneliti pascadoktoral, 158 doktor, 49 magister, 214 mahasiswa magister terapan, dan 937 sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Viva Yoga menuturkan bahwa seluruh peserta dibekali pemahaman tentang kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan politik di setiap kawasan transmigrasi.

Hal itu dimaksudkan supaya mereka mampu beradaptasi dengan masyarakat dan menjalin sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat.

"Mereka dibekali agar memahami situasi lapangan, karena kondisi ekonomi, sosial, dan politik setiap kawasan ditentukan oleh struktur sosial masyarakat di kawasan," imbuh Wamentrans.

Tim Ekspedisi Patriot diketahui merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan transmigrasi dengan misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi di desa-desa.

Harapannya, ribuan peserta Tim Ekspedisi Patriot itu mampu menghasilkan data yang objektif sesuai kondisi lapangan. Data itu nantinya akan menjadi sebagai penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

"Semua proses pembangunan itu harus terarah, berkelanjutan, dan bisa diukur dengan target-target dan kebutuhan. Tim Ekspedisi Patriot diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan untuk program pembangunan selanjutnya di kawasan transmigrasi," jelasnya. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:12
05:05
02:59
01:29
04:17
05:51

Viral