news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Anindya Bakrie dan jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta Pusat..
Sumber :
  • Dok. Kadin Indonesia

Bahas Pengembangan Care Economy dan Daycare di Dunia Usaha, Kadin dan Kementerian PPPA Jajaki Peluang Kerja Sama

Kadin Indonesia dan Kementerian PPPA RI menjajaki peluang kolaborasi untuk pengembangan care economy sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Senin, 27 Juli 2026 - 22:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie bersama jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi di Kantor Kementerian PPPA RI, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kadin Indonesia dan Kementerian PPPA RI membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengembangan care economy sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa.

Selain memiliki dimensi sosial yang kuat, isu tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.

“Karena secara sosial, kita melihat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk perkembangan suatu bangsa menuju Indonesia Emas. Di sisi lain, ini juga merupakan aspek ekonomi yang besar,” ujar Anin.

Ketum Kadin yang akrab disapa Anin itu menjelaskan, sekitar 60 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat jauh lebih besar, sehingga pemberdayaan perempuan dinilai dapat mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap menuju 8 persen.

Menurut Anin, salah satu fokus utama Kadin dalam mendukung agenda tersebut adalah pengembangan care economy.

“Indonesia mempunyai karakter masyarakat yang peduli. Ketika kita berbicara mengenai lansia, anak-anak maupun penyandang disabilitas, kita memiliki sumber daya yang kuat untuk mengembangkan care economy, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” kata Anin.

Anin menambahkan, sektor care economy juga berkaitan erat dengan tenaga kerja migran Indonesia yang memberikan kontribusi devisa atau remittance yang sangat besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai tindak lanjut, Kadin berencana bekerja sama dengan Kementerian PPPA RI dalam mendorong pengembangan layanan daycare di lingkungan dunia usaha.

“Kami ingin bekerja sama dan tentu membutuhkan dukungan Ibu Menteri terkait daycare. Ini penting karena perusahaan-perusahaan anggota Kadin memiliki banyak pekerja profesional, termasuk perempuan pengusaha. Jika tersedia daycare yang memadai, anak-anak akan terjaga dengan baik, para ibu dapat bekerja lebih produktif, dan pada akhirnya roda ekonomi akan bergerak lebih baik,” jelas Anin.

Anin mengatakan Kadin akan menyosialisasikan pentingnya penyediaan daycare kepada seluruh anggotanya, sekaligus menyusun gambaran mengenai standar layanan daycare yang baik agar dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan anggota Kadin.

Selain itu, Kadin juga akan memanfaatkan roadmap care economy yang telah disusun pemerintah sebagai referensi dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di berbagai forum internasional.

“Kami melihat roadmap tersebut sangat bermanfaat. Kadin juga aktif melakukan diplomasi ekonomi. Indonesia saat ini semakin banyak diminati di berbagai forum internasional seperti BRICS, B20, dan APEC. Kami akan terus menyuarakan perspektif dunia usaha mengenai pentingnya care economy,” ujar Anin.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengatakan kolaborasi dengan Kadin menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia.

“Bagaimana kita akan berkolaborasi dan bersinergi memperkuat perempuan-perempuan Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan data BPS, perempuan dan anak menduduki sekitar dua pertiga dari seluruh populasi Indonesia. Artinya, perempuan dan anak mempunyai peran yang sangat penting dan strategis,” kata Arifatul.

Ia menjelaskan, pemerintah bersama Kadin tengah mengidentifikasi berbagai titik kolaborasi yang dapat memperkuat program pemberdayaan perempuan.

“Hari ini kita mencoba mengkolaborasikan di titik-titik mana kita bisa bersinergi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Karena kalau perempuannya berdaya, insya allah rumah tangga juga akan lebih baik, anak-anak mendapatkan pengasuhan yang optimal, dan seorang ibu mampu mengelola keluarganya dengan lebih baik,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi dan WKU Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kadin Indonesia Tatyana Sentani Sutara. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral