news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bumi Resources.
Sumber :
  • Bumi Resources

Bumi Resources Umumkan Kinerja Keuangan Semester I 2026 

PT Bumi Resources Tbk ("Perseroan" atau "Bumi Resources"), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan tidak diaudit untuk semester pertama tahun 2026 .
Jumat, 31 Juli 2026 - 22:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT Bumi Resources Tbk ("Perseroan" atau "Bumi Resources"), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan tidak diaudit untuk semester pertama tahun 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026, sebagaimana dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Perseroan mencatatkan kinerja yang kuat pada semester pertama 2026, dengan pendapatan naik 27,9% menjadi US$866,8 juta dan laba sebelum pajak yang lebih dari berlipat ganda secara tahunan menjadi US$104,3 juta. Pertumbuhan produksi, peningkatan efisiensi penambangan, serta pemulihan harga jual rata-rata batu bara turut bergerak searah sepanjang periode ini, sehingga mendorong ekspansi marjin yang signifikan dan peningkatan profitabilitas yang substansial di seluruh lini usaha.

Utama – Kinerja Keuangan (PSAK 111, 1H 2026 vs 1H 2025) 
• Pendapatan: US$866,8 juta vs US$677,9 juta (naik 27,9%)  
• Beban Pokok Pendapatan: US$720,8 juta vs US$570,9 juta (naik 26,3%)  
• Laba Bruto: US$145,9 juta vs US$107,0 juta (naik 36,3%)  
• Beban Usaha: US$62,8 juta vs US$51,7 juta (naik 21,4%) 
• Laba Usaha: US$83,1 juta vs US$55,3 juta (naik 50,3%)  
• Marjin Usaha: 9,6% (vs 8,2%)  
• Laba Sebelum Pajak: US$104,3 juta vs US$51,5 juta (naik 102,5%)  
• Laba Bersih: US$72,3 juta vs US$38,6 juta (naik 87,4%)  
• Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: US$58,9 juta vs US$20,4 juta (naik 188,4%) 

Hasil ini mencerminkan operating leverage yang kuat: pertumbuhan pendapatan sebesar 27,9% diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba usaha sebesar 50,3% dan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 102,5%, dengan marjin usaha meningkat menjadi 9,6% dari 8,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi marjin ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan serta perbaikan signifikan pada efisiensi penambangan, dengan strip ratio membaik menjadi 7,5x dari 8,1x dan volume pengupasan tanah penutup (overburden) relatif stabil secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil memproduksi lebih banyak batu bara tanpa peningkatan volume pengupasan tanah penutup yang signifikan. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 188,4% menjadi US$58,9 juta, melampaui pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan. Hal ini sebagian mencerminkan kontribusi laba tambahan dari aset Perseroan di Australia, yang belum menjadi bagian dari basis pembanding pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kinerja Operasional (1H 2026 vs 1H 2025) 
• Produksi Batubara: 38,5 juta ton (naik 7,1%) 
• Penjualan Batubara: 38,8 juta ton (naik 11,7%) 
• Harga Rata-rata FOB: US$62,9/ton (naik 2,6% dari US$61,3/ton) 
• Lapisan Penutup yang Dihilangkan: 290,6 Mbcm (relatif stabil, naik 0,01%) 
• Rasio Kupasan Tanah (Strip Ratio): 7,5x (vs 8,1x) 
• Persediaan: 1,7 juta ton (vs 2,7 juta ton) 

Volume produksi dan penjualan meningkat secara tahunan, dengan batu bara yang ditambang naik 7,1% menjadi 38,5 juta ton dan penjualan batu bara meningkat 11,7% menjadi 38,8 juta ton. Pertumbuhan penjualan yang melampaui produksi mencerminkan tingkat penjualan yang tetap kuat, dengan persediaan menurun menjadi 1,7 juta ton dari 2,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga FOB rata-rata pulih 2,6% secara tahunan menjadi US$62,9 per ton. 

Panduan Kinerja Tahun 2026 
• Volume Penjualan: 82 – 84 juta ton 
• Harga Rata-rata yang Diproyeksikan: US$60 – US$62 per ton 
• Biaya Produksi: sekitar US$42 – US$44 per ton 

Penjualan batu bara pada semester pertama sebesar 38,8 juta ton mewakili sekitar setengah dari target penjualan tahunan Perseroan, sehingga Bumi Resources tetap berada pada jalur pencapaian target FY2026. Harga FOB rata-rata semester pertama sebesar US$62,9 per ton berada pada kisaran atas dari target panduan tahunan Perseroan. 

Bumi Resources tetap berfokus pada keberlanjutan perbaikan operasional yang telah dicapai pada semester pertama 2026, menjaga disiplin alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi, termasuk integrasi aset yang baru diakuisisi di Australia, guna membangun ketahanan jangka panjang terhadap siklus komoditas. 

Perkembangan Korporat 
Bumi Resources akan menyelenggarakan earnings call untuk membahas kinerja semester pertama 2026 bersama komunitas analis dan investor. Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan earnings call, termasuk tanggal, waktu, serta akses dial-in atau webcast akan disampaikan secara terpisah.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral