- Istimewa
Mengubah Keresahan Menjadi Peluang, Rabundo Bawa Cita Rasa Bumbu Rendang Asli Minang Menembus Pasar Nasional Melalui Pemberdayaan BRI
Seiring pendampingan serta kerja keras yang terus dilakukan, Rabundo pun berkembang semakin pesat. Kini usaha tersebut telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk unggulannya, yaitu bumbu rendang, melalui berbagai ritel modern di Bandar Lampung maupun marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.
Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik bagi Rabundo. Pasalnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pada tahap awal pengembangan usaha, Tika tidak hanya memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan kapasitas, tetapi juga menemukan ruang belajar dan jejaring dengan pelaku usaha lain yang memiliki semangat untuk bertumbuh bersama.
Berbagai pelatihan yang diberikan Rumah BUMN BRI membantu Rabundo memperkuat fondasi bisnis, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas, hingga kesempatan memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi.
"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," ujarnya.
Bagi Tika, dukungan tersebut jauh melampaui sekadar bantuan administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar modern.
Ia pun optimistis Rabundo dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai bumbu rendang dengan cita rasa autentik. "Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegasnya.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa melalui Rumah BUMN, BRI menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan.
“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” tutup Akhmad.(ant)