news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Produk minyak goreng kemasan rakyat atau yang dikenal dengan Minyakita.
Sumber :
  • ANTARA

Kemendag Bicara Ketersediaan Minyakita: Bergantung DMO Bukan APBN

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan pasokan Minyakita sangat bergantung pada realisasi DMO yang mengikuti perkembangan ekspor produk kelapa sawit setiap bulan. 
Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com-Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan pasokan Minyakita sangat bergantung pada realisasi DMO yang mengikuti perkembangan ekspor produk kelapa sawit setiap bulan.  "DMO Minyakita ini adalah kontribusi dari produsen yang melakukan ekspor. Jadi tanpa menggunakan APBN. Untuk itu, ketersediaan atau realisasi DMO ini sangat bergantung atau berkaitan erat dengan perkembangan kinerja ekspor produk bulanan kelapa sawit," ujar Nawandari dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, hingga saat ini realisasi penyaluran DMO kepada distributor tingkat pertama (D1), yakni BUMN Pangan telah mencapai 413.256 ton atau sekitar 49,90 persen dari total kewajiban yang harus dipenuhi produsen.

Dari jumlah tersebut, Perum Bulog menguasai pasokan sebanyak 308.057 ton, sedangkan ID FOOD sebanyak 105.199 ton.

Menurut Nawandaru, sebagian pasokan tersebut telah disalurkan untuk mendukung bantuan pangan pemerintah maupun memenuhi kebutuhan minyak goreng di pasar rakyat.

Kemendag juga meminta pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Bulog dan ID FOOD agar distribusi Minyakita dapat diprioritaskan ke pasar-pasar yang membutuhkan pasokan.

Namun demikian, volume yang tersedia memang tidak sebesar minyak goreng komersial, mengingat pasokannya berasal dari DMO. Oleh karena itu, pemerintah terus memastikan bahwa penyalurannya harus dilakukan secara tepat sasaran.

Berdasarkan data Kemendag, realisasi DMO pada Juli 2026 mencapai 122.745 ton, meningkat dibandingkan Juni 2026 setelah sebelumnya mengalami tren penurunan sejak Februari hingga Mei.

"Periode bulan Februari, Maret, April, Mei, realisasi DMO cenderung mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dan di bulan Juni, saat ini sudah lewat bulan Juli, ini sudah mengalami kenaikan yang di atas 100.000 ton," terang Nawandaru.

Selain menjaga pasokan, Kemendag terus berupaya menstabilkan harga Minyakita yang saat ini rata-rata nasional masih berada di Rp15.869 per liter, sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET), yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Nawandaru mengatakan salah satu tujuan penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 adalah mewajibkan produsen menyalurkan sedikitnya 35 persen realisasi DMO kepada BUMN Pangan agar distribusi Minyakita semakin merata dan masyarakat tetap memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.(ant)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
25:30
06:26
01:30
02:16
00:56

Viral