news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ILUSTRASI - Dolar AS.
Sumber :
  • Wildan-tvOnenews.com

Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS dipengaruhi cadangan devisa Juli dan ketegangan Iran-AS di Timur Tengah. 
Senin, 10 Agustus 2026 - 09:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi cadangan devisa Juli dan ketegangan Iran-AS di Timur Tengah. 

Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah berada di level Rp17.913 per dolar AS pada Jumat, 7 Agustus 2026. 

Posisi rupiah menguat 6 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.919 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026.

Pada Senin, 10 Agustus 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.810 per dolar AS. 

Posisi rupiah menguat 87 poin atau 0,49 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.897 per dolar AS.

Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar US$145,3 miliar.

Angka tersebut relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar.

Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat. 

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Menurut BI, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI meyakini ke depannya ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Di samping itu, BI juga terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal untuk menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.890-Rp17.940," ujarnya.

Sebagai informasi, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyerang apa yang mereka sebut sebagai "target-target bermusuhan" di Selat Hormuz dan berencana melarang kapal-kapal AS serta Israel melintasi jalur perairan strategis tersebut. 

Sebelumnya, Iran meninjau rancangan undang-undang untuk melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz.

Para analis menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pekan ini mengisyaratkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS belum berakhir. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:21
01:20
01:09
06:01
10:53
01:09

Viral