news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti.
Sumber :
  • dok. Setpres

Pasar Sambut Positif Supres Pencalonan Tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur BI

Pelaku pasar merespons positif keputusan pemerintah yang mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI.
Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada awal pekan setelah pemerintah resmi mengajukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR RI.

Pelaku pasar dinilai menerima positif keputusan tersebut karena Destry merupakan pejabat internal BI yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pencalonan Destry sesuai dengan ekspektasi pasar. Stabilitas kepemimpinan bank sentral dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menopang kepercayaan pasar terhadap rupiah.

“Kalau saya lihat bahwa calon Gubernur Tunggal Ibu Destry itu sudah sesuai dengan ekspektasi, ya, pasar. Karena kita lihat bahwa biasanya pada saat Gubernur, ya, Bank Indonesia mengundurkan diri, yang diangkat itu adalah incumbent,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keputusan pemerintah mengusulkan Destry sebagai pengganti Perry Warjiyo memberikan sinyal kesinambungan kebijakan di tubuh bank sentral. Kondisi tersebut membuat pasar tidak melihat adanya perubahan mendadak dalam arah kebijakan BI.

“Dan ini memang benar bahwa incumbent yang dicalonkan, ya, untuk sebagai pengganti dari Pak Perry Warjiyo. Artinya apa? Bahwa pasar menerima dengan dipilihnya Ibu Destry sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. Itu yang pertama,” ujarnya.

Selain faktor pencalonan Gubernur BI, penguatan rupiah juga ditopang oleh sejumlah indikator ekonomi domestik yang dinilai masih solid.

Ibrahim menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di atas 5 persen. Kinerja tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup kuat di tengah tekanan eksternal.

“Kemudian yang kedua yang membuat harga rupiah, ya, kembali menguat cukup tajam, itu adalah data pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, ya, di atas 5 persen,” kata Ibrahim.

Ia juga menyebut posisi cadangan devisa Indonesia yang masih cukup baik. Meski terdapat sejumlah indikator yang memberikan tekanan, seperti neraca perdagangan yang defisit dan indeks keyakinan konsumen yang mengalami penyusutan, tingkat keyakinan konsumen masih berada di atas level 100.

“Kemudian kita lihat cadangan devisa pun juga cukup bagus. Kemudian apa, walaupun neraca perdagangan kita juga defisit, ya kemudian indeks keyakinan konsumen pun juga kita menyusut, ya, tetapi masih di atas 100. Artinya apa? Bahwa data ekonomi di dalam negeri cukup bagus. Ini yang membuat harga rupiah kembali menguat tajam,” tuturnya.

Faktor eksternal juga turut memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Ibrahim menilai meredanya ketegangan di Selat Hormuz menjadi sentimen tambahan bagi pasar keuangan.

Menurutnya, perkembangan terkait upaya perdamaian dan pengelolaan Selat Hormuz antara Iran dan Oman membantu menurunkan kembali tingkat ketegangan di kawasan tersebut.

“Nah, di sisi lain pun juga, walaupun indeks dolar menguat, ya, kita lihat bahwa adanya perdamaian di Selat Hormuz, ya, untuk mengelola Selat Hormuz antara Iran dan Oman. Ini pun juga membuat ketegangan di Selat Hormuz kembali berkurang,” ujar Ibrahim.

Situasi tersebut dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Meredanya ketegangan di kawasan tersebut dapat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan memberikan sentimen yang lebih positif terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Sehingga apa? Sehingga wajar kalau seandainya rupiah ini dalam perdagangan di awal pekan ini mengalami penguatan yang cukup signifikan,” pungkasnya.

Pemerintah sebelumnya telah resmi menyerahkan Surpres calon definitif Gubernur BI kepada DPR. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto hanya mengajukan satu nama, yakni Destry Damayanti.

“Kalau namanya tunggal. Jadi namanya tunggal, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara,” tutur Prasetyo. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:50
02:12
01:13
01:26
01:32
03:29

Viral