- Wildan-tvOnenews.com
Rupiah Menguat ke Rp17.848 per Dolar AS, Pasar Soroti Pencalonan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI dan Tinjauan MSCI
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah menguat ke Rp17.848 per dolar Amerika Serikat (AS) seiring pasar menyoroti pencalonan Destry Damayanti menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan tinjauan MSCI.
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah berada di level Rp17.824 per dolar AS pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Posisi rupiah melemah 29 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.795 per dolar AS pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.848 per dolar AS.
Posisi rupiah menguat 13 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.861 per dolar AS.
Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar mewaspadai tinjauan MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 dimana perubahan penyeimbangan ulang akan mulai berlaku setelah 31 Agustus 2026.
Akan tetapi, terang dia, tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Plt Gubernur BI Destry Damayanti pengganti Perry Warjiyo sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan.
Di sisi lain, pasar merespon negatif rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menurun dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026 dan menjadi yang terendah sejak September 2025.
Apabila dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026, IKK sudah mengalami penurunan 10,2 poin.
Survei BI menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan.
Sementara itu, data penjualan eceran yang dirilis oleh BI meningkat sebesar 0,7 persen secara bulanan (mtm) pada Juni 2026 dan mengakhiri tren kontraksi pada dua bulan sebelumnya atau April 2026 (-11,6 persen) dan Mei 2026 (-1,5 persen).
Perbaikan penjualan eceran tersebut dipengaruhi oleh siklus musiman yang terjadi setiap Juni.
Perkembangan itu, kata Ibrahim, sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode hari besar keagamaan nasional dan libur sekolah.
"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.860-Rp17.970," ujarnya.
Sebagai informasi, baru-baru ini AS dan Iran menuntut kompensasi atas serangan militer sehingga memupus harapan bahwa kedua belah pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
AS dan Iran sama-sama melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz.
Washington menyatakan jalur perairan tersebut tetap terbuka, sedangkan Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak.
Presiden AS Donald Trump telah menuntut Iran membayar kompensasi bagi korban jiwa dalam konflik baru-baru ini sebagai tanggapan atas tuntutan kompensasi yang diajukan oleh Teheran.
Situasi ini terjadi, meskipun sebelumnya pihak berwenang AS sempat menyatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan vital tersebut sudah dekat, menyusul penurunan tajam harga minyak pada pekan lalu.
Ini menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan. Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco pada akhir pekan lalu.
Houthi mengancam akan membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran dengan cara menyerang kapal serta infrastruktur minyak di Laut Merah.
Langkah tersebut meningkatkan kecemasan akan gangguan pasokan dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Sebelumnya, kelompok Houthi juga telah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di wilayah Laut Merah pada bulan lalu. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)