- Istimewa
PTRO Kantongi Kontrak Tambang Rp9,3 Triliun, Garap Proyek Batu Bara Milik Anak Usaha SINI
Batu bara yang diproduksi dari proyek PBC memiliki kalori GAR 4200. Berdasarkan keterangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), SINI memproyeksikan PBC mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2026.
PTRO Juga Dapat Kontrak Rp1,6 Triliun dari CBP
Selain PBC, PTRO juga memperoleh kontrak jasa pertambangan dari CBP. Proyek tersebut memiliki estimasi volume produksi lapisan tanah penutup sebesar 40 juta BCM.
Adapun estimasi produksi batu bara dari proyek CBP mencapai 8 juta ton. Nilai kontrak yang diperoleh PTRO dari proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,6 triliun.
Dari proyek tambang CBP, SINI menargetkan total pendapatan hingga US$656 juta atau sekitar Rp11,5 triliun sepanjang masa kontraknya.
Batu bara yang diproduksi dari proyek CBP memiliki kalori GAR 5000. Untuk operasionalnya, SINI memproyeksikan CBP mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2027.
Dengan demikian, dua kontrak baru tersebut menjadi tambahan portofolio bisnis PTRO di sektor jasa pertambangan batu bara, dengan pengerjaan yang berlangsung sepanjang usia tambang.
PTRO dan SINI Memiliki Hubungan Afiliasi
Kontrak PTRO dengan PBC dan CBP juga berkaitan dengan hubungan afiliasi antara PTRO dan SINI.
PBC dan CBP merupakan anak usaha tidak langsung SINI melalui PT Dwi Daya Swakarya. Masing-masing perusahaan memiliki kepemilikan sebesar 60%.
Dengan struktur tersebut, PBC dan CBP memiliki hubungan afiliasi dengan PTRO melalui kesamaan pemegang saham.
Direktur Utama SINI Amir Antolis menjelaskan salah satu pengendali SINI, Hapsoro, juga merupakan pemegang saham utama secara tidak langsung di PTRO.
“Salah satu pengendali SINI (Bapak Hapsoro) juga merupakan Pemegang Saham Utama secara tidak langsung pada PTRO,” jelas Amir Antolis.
Berdasarkan data IDNFinancials, hingga akhir Juni 2026, Hapsoro tercatat memiliki 9% saham secara langsung di SINI. Sementara itu, kepemilikan tidak langsung Hapsoro di PTRO melalui PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) tercatat sebesar 2,55%.
PTRO Jadi Standby Buyer Rights Issue SINI
Hubungan bisnis PTRO dan SINI juga terlihat dari aksi korporasi yang dilakukan SINI.
PTRO tercatat menjadi pembeli siaga atau standby buyer dalam rights issue SINI senilai Rp3,61 triliun. Setelah aksi korporasi tersebut rampung, PTRO diproyeksikan mengambil alih kepemilikan sekitar 21,76% hingga 24,67% dari modal ditempatkan dan disetor SINI.