- istimewa
CPI AS Juli Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed September Makin Tertekan
Pada Maret, harga energi bahkan sempat melonjak 10,9 persen setelah serangan terhadap Iran mulai terjadi.
Pergerakan harga energi menjadi salah satu faktor yang membuat perkembangan CPI sepanjang tahun ini cukup bergejolak. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi harga energi dan pada akhirnya berdampak terhadap inflasi AS.
Harga Makanan dan Hunian Naik 0,1 Persen
Selain energi, komponen makanan dan tempat tinggal atau shelter juga mengalami kenaikan pada Juli.
Harga makanan naik 0,1 persen, sedangkan biaya tempat tinggal juga meningkat 0,1 persen. Komponen shelter selama ini menjadi salah satu faktor yang membuat inflasi AS tetap berada di atas target 2 persen The Fed.
Meski kenaikannya relatif kecil, BLS menyebut komponen shelter menyumbang sekitar dua pertiga dari kenaikan CPI secara keseluruhan pada Juli.
Sejumlah komponen lain juga mengalami kenaikan. Harga kendaraan baru naik 0,1 persen, sedangkan harga mobil dan truk bekas meningkat 0,4 persen.
Biaya layanan kesehatan juga naik 0,4 persen. Sementara itu, tarif penerbangan mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yakni mencapai 2,2 persen pada Juli.
Pergerakan berbagai komponen tersebut menunjukkan bahwa meski CPI secara keseluruhan melandai, tekanan harga belum sepenuhnya hilang dari perekonomian AS.
The Fed Masih Punya Waktu Pantau CPI
Federal Open Market Committee (FOMC), lembaga The Fed yang menentukan kebijakan suku bunga, baru akan kembali menggelar pertemuan pada September.
Artinya, The Fed masih memiliki waktu untuk melihat satu lagi data CPI dan indikator ekonomi lainnya sebelum mengambil keputusan mengenai arah suku bunga.
Ellen Zentner, Chief Economic Strategist Morgan Stanley Wealth Management, menilai data inflasi yang sesuai perkiraan membuat narasi bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga tetap bertahan.
Menurut Zentner, masih ada satu rangkaian data inflasi yang akan dirilis sebelum pertemuan FOMC September sehingga arah kebijakan The Fed masih dapat berubah.
Namun, apabila data CPI berikutnya tidak menunjukkan perubahan signifikan, The Fed diperkirakan masih memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga pada bulan depan.