- YouTube/Setpres
Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tembus Target, Harga Pupuk Turun 20 Persen hingga B50 Bebaskan RI dari Impor Solar
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah capaian pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional. Sejumlah target yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu bertahun-tahun disebut berhasil dicapai lebih cepat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Prabowo, kebijakan pemerintah yang dibarengi dengan kerja keras berhasil mempercepat pencapaian target swasembada pangan. Target yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun tersebut disebut telah tercapai hanya dalam satu tahun.
Swasembada Pangan Dicapai dalam Satu Tahun
Prabowo mengatakan capaian swasembada pangan menjadi salah satu perkembangan penting yang berhasil diwujudkan pemerintah.
“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Prabowo.
Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat sektor pangan nasional.
Selain mempercepat produksi pangan, pemerintah juga melakukan pembenahan dalam tata kelola penyaluran pupuk. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah memangkas sejumlah aturan yang dinilai menghambat proses penyaluran pupuk kepada masyarakat.
Pemerintah disebut telah menghapus sebanyak 145 aturan dalam penyaluran pupuk. Selain itu, harga pupuk juga diturunkan sebesar 20 persen.
Menurut Prabowo, kebijakan penurunan harga pupuk tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia. Di saat yang sama, keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut mengalami peningkatan hingga 252,8 persen.
Delapan Komoditas Pangan Capai Swasembada
Prabowo juga mengungkapkan Indonesia pada tahun ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan.
Delapan komoditas tersebut mencakup berbagai kebutuhan pangan masyarakat, mulai dari beras hingga komoditas hortikultura.
Adapun delapan komoditas pangan yang disebut telah mencapai swasembada yakni:
-
Beras
-
Jagung
-
Gula konsumsi
-
Daging ayam
-
Telur ayam
-
Bawang merah
-
Cabai besar
-
Cabai rawit
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
B50 Mulai Direalisasikan, RI Tak Lagi Impor Solar
Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga mulai merealisasikan target swasembada energi. Salah satu langkah yang disoroti Prabowo adalah penerapan bahan bakar nabati B50.
B50 merupakan bahan bakar yang mencampurkan biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar. Prabowo mengatakan Indonesia mulai memproduksi diesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyebut kebijakan tersebut telah membawa perubahan terhadap kebutuhan impor solar Indonesia. Mulai 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.
“Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, penghentian impor solar tersebut membuat Indonesia mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.
Capaian di sektor energi tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mendorong kemandirian nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
Prabowo Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Berpuas Diri
Meski menyampaikan berbagai capaian tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menjadikan hasil yang telah dicapai sebagai alasan untuk berpuas diri.
Ia mengatakan sejumlah program pemerintah lainnya juga mulai berjalan, termasuk program makanan bergizi, bantuan sosial, hingga hilirisasi. Menurutnya, berbagai program tersebut telah mulai memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari apa yang telah diproklamasikan atau direncanakan pemerintah. Menurut dia, ukuran kemerdekaan yang sesungguhnya adalah apa yang dapat dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.