- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
IHSG Melesat Usai Pidato Prabowo, Ini Faktor Penting yang Jadi Sorotan Investor
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan penguatan signifikan.
Analis menyebut kenaikan itu mencerminkan respons positif investor terhadap target pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang disampaikan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto.
Pergerakan IHSG terpantau naik 100,12 poin atau 1,59% ke level 6.401,89. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan menguat 5,12 poin atau 0,82% menjadi 632,28.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus, Nico Demus, menilai target pertumbuhan ekonomi dan penurunan defisit memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
"Defisit yang menyempit, ditambah adanya ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar enam persen, tentu memenuhi ekspektasi harapan pelaku pasar dan investor," ujar Nico dikutip dari Antara.
Menurut Analisa Nico, salah satu poin penting dalam pidato Presiden Prabowo adalah komitmen pemerintah untuk memperkecil defisit anggaran pada 2027. Hal ini menjadi perhatian lantaran pemerintah tahun ini harus mengalokasikan belanja besar untuk menjalankan sejumlah program prioritas.
Dalam penyampaian RAPBN 2027, Prabowo menetapkan target defisit anggaran sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target dalam APBN 2026 yang mencapai 2,68% terhadap PDB.
Pemerintah juga mencanangkan pembiayaan anggaran sebesar Rp671,2 triliun pada 2027. Nilai tersebut turun dari rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.
"Hal ini yang membuat IHSG pada akhirnya mampu ditutup menguat 1,59 persen, yang mana ini juga harapan dari pelaku pasar dan investor asing yang khawatir terhadap disiplin fiskal kita. Menariknya, Pak Prabowo (Subianto) juga mengatakan bahwa disiplin fiskal harus ada dalam setiap rupiah yang dibelanjakan," jelas Nico dalam pemaparannya.
Dilihat dari sisi belanja, pemerintah mengalokasikan Rp4.097,2 triliun untuk belanja negara tahun depan. Angka ini memang meningkat dibandingkan pagu APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Sementara itu, pendapatan negara pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun, alias meningkat dari proyeksi pendapatan dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi makroekonomi untuk 2027. Inflasi ditargetkan berada di level 2,5%, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan sebesar 6,9%.
Nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 diasumsikan berada di level Rp17.500 per dolar AS. Adapun harga minyak mentah Indonesia dipatok US$75 per barel.
Untuk sektor energi, lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 610.000 barel per hari. Sementara lifting gas bumi ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).
Penguatan ekonomi dan pengelolaan APBN yang lebih efektif juga diarahkan untuk memperbaiki indikator kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 turun menjadi 6-6,5%, dari sasaran 2026 sebesar 6,5-7,5%.
Kemudian, tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan membaik menjadi 4,30-4,87% pada 2027, dibandingkan target 2026 sebesar 4,44-4,96%.
Dalam hal gini ratio, pemerintaha menargetkan berada pada rentang 0,362-0,367. Angka ini lebih rendah dibandingkan target 2026 sebesar 0,377-0,380. Semenara Indeks modal manusia juga ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
Sebagai informasi, IHSG sempat dibuka di zona merah. Namun, indeks kemudian berbalik menguat dan bertahan di wilayah positif hingga berakhirnya sesi pertama perdagangan.
Memasuki sesi kedua, IHSG kembali bergerak di zona hijau dan mempertahankan penguatan sampai penutupan perdagangan.
Seluruh 11 sektor yang tercatat dalam Indeks Sektoral IDX-IC berakhir menguat. Sektor energi menjadi penggerak utama dengan kenaikan 2,6%, disusul sektor transportasi dan logistik sebesar 1,55% serta sektor infrastruktur sebesar 1,53%.
Sejumlah saham mencatat kenaikan harga terbesar, antara lain TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN. Sebaliknya, saham BAIK, BABY, GRPM, DART, dan BACH menjadi kelompok saham dengan penurunan harga terbesar.
Aktivitas perdagangan saham pada Jumat mencapai 1.729.000 transaksi dengan volume perdagangan tercatat 31,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,43 triliun.
Berdasarkan keseluruhan saham yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 354 saham menguat, 277 saham melemah, dan 332 saham tidak mengalami perubahan harga.
Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama Asia. Indeks Nikkei naik 0,62% menjadi 68.732,00, Shanghai menguat 0,01% ke 3.927,18, dan Hang Seng naik 1,10% ke 25.116,85.
Sementara itu, indeks Kospi melonjak 2,42% ke 6.977,97 dan Straits Times meningkat 0,14% menjadi 5.727,79. (ant/rpi)