news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta..
Sumber :
  • Setpres

Mensesneg Beberkan Alasan Perlunya PFII Dibentuk, RI Dinilai Punya Potensi Besar di Mata Investor Global: Ada Peluang!

Mensesneg Prasetyo Hadi beberkan alasan pemerintah merasa perlu segera membentuk PFII. Indonesia, dinilai punya potensi investasi besar di mata investor global.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberi penjelasan lagi soal alasan pemerintah membentuk Pusat Finansial dan Investasi Internasional (PFII).

Mensesneg menyebut Indonesia dinilai punya prospek pertumbuhan yang besar sehingga berpotensi menarik investasi dari berbagai negara.

"Sekarang kita salah satu negara yang dianggap sangat potensial. Ruang berkembangnya masih cukup besar dan dianggap memiliki prasyarat-prasyarat kunci untuk hadirnya atau datangnya investasi-investasi dari mana pun," kata Mensesneg di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat menyiapkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Langkah itu dilakukan agar Indonesia dapat memanfaatkan potensi investasi yang semakin terbuka.

PFII akan dikembangkan di dua wilayah, yakni Jakarta dan Bali. Jakarta direncanakan menjadi lokasi awal pengembangan PFII, sebelum konsep serupa diperluas ke Bali.

"Memang kira-kira polanya memang seperti itu. Ada sesuatu, ada peluang, ada kesempatan, kita kerjakan dengan secepat-cepatnya,” kata Mensesneg menambahkan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana tersebut saat memberikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut konsep kawasan finansial tersebut berpeluang dikembangkan di daerah lain. Pemerintah membuka kemungkinan memilih wilayah yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor asing.

Kepala Negara menjelaskan PFII akan diarahkan menjadi wajah baru pusat keuangan Indonesia. Kawasan tersebut akan berfokus pada investasi, teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial dengan mengacu pada standar internasional.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan, respons investor dan pengelola kekayaan keluarga atau family office di Asia terhadap rencana PFII cukup positif.

Rosan mengatakan hal tersebut berdasarkan pertemuan dengan sejumlah investor dan family office yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mengundang 70 pihak dari kawasan Asia, tetapi jumlah peserta yang hadir justru mencapai 110 pihak.

Menurutnya Rosan, tingginya jumlah peserta yang hadir menjadi salah satu indikator positif terhadap minat investor terhadap pengembangan PFII. (ant/rpi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral