News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lepas Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Tekankan Prestasi Harus Menjadi Target Utama Para Atlet

Kontingen Indonesia untuk Asian games 2026 Aichi-Nagoya secara resmi dilepas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB
Ilustrasi medali emas SEA Games 2025
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kontingen Indonesia untuk Asian games 2026 Aichi-Nagoya secara resmi dilepas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara pelepasan itu berlangsung di Istana Merdeka pada hari Rabu (9/9/2026) sore hari tadi WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, turut memberikan pesan kepada para atlet yang akan berlaga di ajang Asian Games 2026.

Ilustrasi medali emas SEA Games 2025
Ilustrasi medali emas SEA Games 2025
Sumber :
  • Antara

Prasetyo Hadi menegaskan jika mengibarkan bendera merah putih di multi event terbesar se-Asia itu harus menjadi target utama para atlet Indonesia.

Ia juga menegaskan bonus bagi atlet bukan menjadi hal utama dalam perjuangan pada pesta multi-cabang olahraga internasional itu.

"Merah Putih berkibar itu yang lebih penting. Setelah Merah Putih berkibar, ya tugas kami ikut memperhatikan, salah satunya bonus," kata Prasetyo Hadi.

"Bonus tambahan aja ya. Tapi, tentunya bukan itu yang dicari atau yang dikejar, bukan itu," katanya.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan perhatian kepada atlet setelah mereka meraih prestasi, termasuk melalui pemberian bonus sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.

Sejumlah cabang olahraga juga menyampaikan kesiapan dan target masing-masing kepada pemerintah.

Ketua Umum PB Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Rosan Roeslani mengatakan angkat besi menargetkan setidaknya satu medali emas pada Asian Games yang akan digelar pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

"Ya Insya Allah emas lah, mohon dukungannya, mudah-mudahan kami bisa dapat emas dalam Asian Games," kata Rosan.

Prasetyo juga menilai keberhasilan atlet membutuhkan proses panjang dan dedikasi, sebagaimana disampaikan Rosan mengenai pembinaan atlet angkat besi melalui pemusatan latihan nasional sejak akhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelajaran dari itu, untuk dapat emas butuh tujuh sampai delapan tahun latihan terus-menerus, Pak ya," kata Prasetyo.

(ant/akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Ari Basuki, Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Ari Basuki, Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Keluarga ungkap komunikasi terakhir Ari Basuki, jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. Ia sempat pamit liputan dan menghubungi anaknya sebelum hilang.
Juicy Luicy Viral Kena Geruduk Warganet usai Batalkan Manggung di Batam Gegara Over Bagasi, Akun Uan Sampai Hilang

Juicy Luicy Viral Kena Geruduk Warganet usai Batalkan Manggung di Batam Gegara Over Bagasi, Akun Uan Sampai Hilang

Nama Juicy Luicy tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, setelah grup musik asal Bandung tersebut dikabarkan batal tampil di festival di Batam.
Perpres 79/2026 Ubah Tata Kelola Tambang Timah, PT Timah Buka Suara soal Poin Krusial

Perpres 79/2026 Ubah Tata Kelola Tambang Timah, PT Timah Buka Suara soal Poin Krusial

PT Timah menyambut baik Perpres 79/2026 yang menjadi landasan baru tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung, mencakup biaya produksi, asal-usul material, dan sinergi lintas sektor.
Purbaya Ungkap Dana Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun Berasal dari APBN

Purbaya Ungkap Dana Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun Berasal dari APBN

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan saldo awal Rp50 ribu untuk rekening warga usia 17 tahun berasal dari APBN dan diambil dari cadangan belanja.
ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

Dinkes Pandeglang mencatat 2.107 kasus ISPA setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar. Anak-anak menjadi kelompok paling banyak terdampak.
Kejagung Periksa Pihak Perbankan Hingga Ahli Usut Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kejagung Periksa Pihak Perbankan Hingga Ahli Usut Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kejagung menegaskan proses pemeriksaan saksi dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara yang berlaku dan merupakan bagian dari upaya penyidik untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta melakukan penelusuran aset.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT