- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
IHSG Tertekan 0,65 Persen di Awal Perdagangan, Saham Bank Mulai Menguat
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/8/2026). IHSG dibuka melemah 0,65 persen atau 41,56 poin ke level 6.408,18.
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.449,83. Berdasarkan data BEI pada pukul 09.00 WIB, IHSG sempat bergerak pada rentang 6.403,83 hingga 6.414,89 pada awal sesi perdagangan.
Aktivitas Perdagangan Saham Cukup Ramai
Meski IHSG dibuka melemah, aktivitas perdagangan saham pada awal sesi terpantau cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 707,1 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi saham mencapai Rp287,5 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 63,16 juta kali, dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp11,253 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan pada awal sesi, sebanyak 187 saham bergerak menguat. Kemudian, 203 saham tercatat mengalami penurunan, sedangkan 573 saham lainnya belum mengalami perubahan harga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup terasa di pasar saham pada awal perdagangan Rabu pagi.
Mayoritas Indeks Saham Lokal Berada di Zona Merah
Sejumlah indeks saham di dalam negeri juga turut mengalami pelemahan pada awal perdagangan. Indeks LQ45 turun tipis 0,02 persen ke level 630,88.
Indeks KOMPAS100 juga bergerak melemah 0,17 persen ke posisi 829,30. Namun, tidak seluruh indeks berada di zona merah.
Indeks IDX30 justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,01 persen ke level 351,51.
Tekanan juga terlihat pada indeks saham berbasis syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun cukup dalam sebesar 1,45 persen ke level 223,84.
Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,36 persen ke posisi 382,72.
Saham Unggulan LQ45 Bergerak Variatif
Pergerakan saham-saham unggulan yang masuk dalam indeks LQ45 terpantau bervariasi pada awal perdagangan. Sejumlah saham tercatat mengalami pelemahan, sementara beberapa saham perbankan justru mampu bergerak menguat.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 1,03 persen ke level 9.625. Kemudian, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 2,09 persen ke posisi 1.640.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga berada di zona merah dengan penurunan 0,39 persen ke level 2.560.
Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 0,94 persen ke posisi 4.210.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga tercatat turun 20 poin ke level 3.080. Sementara saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 1,09 persen ke posisi 182.
Di tengah tekanan pada sejumlah saham unggulan tersebut, beberapa saham lainnya justru mencatatkan penguatan.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 0,27 persen ke posisi 1.850. Kemudian, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,24 persen ke level 4.160.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga bergerak positif dengan kenaikan 0,4 persen ke level 6.325.
Pergerakan tersebut membuat saham-saham unggulan LQ45 pada awal perdagangan Rabu bergerak variatif, dengan sebagian besar saham komoditas berada di bawah tekanan, sementara sejumlah saham perbankan masih mampu mencatatkan penguatan.