- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
IHSG Kembali ke 6.500, Tapi Langsung Ambruk 1% di Awal Perdagangan
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. IHSG naik 5,47 poin atau 0,08 persen ke level 6.507,14.
Penguatan tipis tersebut membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.500 setelah pasar keuangan Indonesia kembali dibuka usai libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa.
Namun, pergerakan indeks berlangsung cukup volatil pada menit-menit awal perdagangan. Sekitar empat menit setelah pembukaan, IHSG justru tercatat melemah hingga 1,05 persen ke level 6.429,57.
Berdasarkan data BEI pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di posisi 6.507,14. Angka tersebut naik 5,47 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.501,67.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.509 dan level terendah 6.429.
Pergerakan indeks yang berbalik melemah juga tercermin dari mayoritas saham yang bergerak negatif. Sebanyak 124 saham tercatat menguat, sedangkan 388 saham melemah. Sementara itu, sebanyak 187 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.
Aktivitas transaksi pada awal perdagangan juga cukup tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,37 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,02 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat sekitar 230 ribu kali pada perdagangan pagi tersebut.
Indeks LQ45 Ikut Menguat
Selain IHSG, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga bergerak positif pada pembukaan perdagangan.
Indeks LQ45 naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke posisi 642,57.
Meski kedua indeks utama dibuka menguat, tekanan jual terhadap sejumlah saham membuat pergerakan pasar menjadi dinamis pada menit-menit pertama perdagangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian investor setelah perdagangan kembali berlangsung pascalibur nasional. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang perdagangan.
Uji Kelayakan Destry Jadi Perhatian Investor
Dari dalam negeri, salah satu agenda yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti.
Komisi XI DPR RI dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan Destry pada Rabu pukul 10.00 WIB melalui Rapat Dengar Pendapat Umum.
Destry merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR. Saat ini, Destry menjabat sebagai Penjabat Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli.
Sebelumnya, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Ia juga memiliki pengalaman sebagai ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri serta pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pelaku pasar akan mencermati pandangan Destry mengenai arah kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta upaya menjaga aliran modal asing.
Selain agenda tersebut, investor dalam negeri juga memperhatikan perkembangan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Sentimen dari pasar global turut menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini. Bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada Rabu di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting AS, termasuk data inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta pendapatan dan belanja masyarakat.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan juga melemah 0,12 persen.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak positif dengan kenaikan 0,34 persen.
Pergerakan pasar Asia dibayangi eskalasi konflik perdagangan AS dan Kanada. Pemerintah Kanada pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS dengan prinsip dolar untuk dolar.
Kebijakan tersebut menjadi respons terhadap tarif sebesar 50 persen yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Tarif balasan Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Produk yang terdampak antara lain anggur, semen hingga tongkat hoki.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Selain konflik dagang, perhatian investor global juga tertuju pada data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juli.
Data PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Perkembangan data ekonomi AS tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar global, termasuk pergerakan pasar saham di kawasan Asia-Pasifik.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar mencermati pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Rabu setelah indeks sempat kembali menembus level 6.500 pada pembukaan, sebelum mengalami tekanan cukup tajam hanya beberapa menit setelah pasar dibuka. (nsp)