news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

IHSG Dibuka Merah, Investor Dibayangi Harga Minyak hingga Ketegangan Selat Hormuz

IHSG dibuka melemah 15 poin ke level 6.390. Investor mencermati harga minyak, perkembangan Selat Hormuz, inflasi Australia dan AS.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Pergerakan indeks saham domestik dibayangi sentimen pasar global, termasuk harga minyak dan perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz.

Pada awal perdagangan, IHSG turun 15 poin atau 0,24 persen ke level 6.390. Pelemahan tersebut sejalan dengan proyeksi sejumlah analis yang memperkirakan tekanan terhadap indeks masih berlanjut.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan dalam perdagangan hari ini.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke 6.300, dan jika kuat bertahan di 6.300 IHSG potensi kembali rebound,” kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 27 Agustus 2026.

IHSG Berpotensi Uji Level 6.300

Fanny memperkirakan level 6.300 menjadi area penting bagi pergerakan IHSG. Apabila indeks mampu bertahan di level tersebut, peluang untuk kembali mengalami penguatan atau rebound masih terbuka.

Adapun level teknikal yang menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini adalah:

  • Support: 6.300-6.350

  • Resistance: 6.450-6.500

Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh respons investor terhadap berbagai sentimen global yang berkembang.

Harga Minyak Turun, Selat Hormuz Jadi Perhatian

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan Selat Hormuz. Optimisme mengenai kemungkinan dibukanya kembali jalur strategis tersebut turut menekan harga minyak.

Iran sebelumnya menyatakan kembali melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia. Sebelum konflik mengganggu pasokan, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Harapan agar jalur tersebut kembali dibuka turut mendorong penurunan harga minyak. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor di pasar saham global.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Pergerakan bursa saham Asia pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, cenderung menguat. Penguatan terjadi di tengah penurunan harga minyak dan yield obligasi, sementara investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia.

Sejumlah indeks utama Asia mencatat penguatan, yakni:

  • Nikkei 225 Jepang naik 0,62 persen.

  • Topix Jepang menguat 0,42 persen.

  • Hang Seng Hong Kong naik 0,56 persen.

  • Taiex Taiwan melesat 1,47 persen.

  • Kospi Korea Selatan bertambah 0,97 persen.

  • FTSE Malaysia naik 0,70 persen.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral