news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART)..
Sumber :
  • BEI

PART Genjot Bisnis Non-Otomotif, Laba Bersih 2026 Diproyeksi Tembus Rp44,16 Miliar

Emiten Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) memproyeksikan laba bersih 2026 naik 46,18% menjadi Rp44,16 miliar seiring strategi diversifikasi ke bisnis non-otomotif.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) cukup percaya diri dengan kinerja perseroan yang akan kuat sepanjang 2026. Salah satu strategi yang diandalkan PART saat ini adalah memperluas bisnis ke sektor non-komponen otomotif.

Meski demikian, bisnis komponen otomotif tetap menjadi lini utama perseroan. Di saat yang sama, PART mengembangkan sumber pendapatan baru melalui kegiatan fabrikasi mesin dan peralatan untuk berbagai kebutuhan industri.

Strategi diversifikasi itu telah mulai dijalankan sejak semester II 2025 untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan perseroan pada satu segmen industri. 

Saat ini, bisnis non-otomotif PART mencakup pembuatan sejumlah jenis mesin untuk sektor pertanian. Perseroan juga memproduksi peralatan rumah tangga yang berkaitan dengan program pemerintah maupun kegiatan non-pemerintah di sektor pertanian serta industri makanan dan minuman.

Diversifikasi tersebut bukan berarti PART meninggalkan bisnis komponen otomotif. Perseroan masih melihat sektor otomotif memiliki prospek pertumbuhan yang positif.

Bisnis non-otomotif justru disiapkan sebagai sumber pertumbuhan tambahan. Segmen ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pemanfaatan kapasitas fabrikasi, serta menambah kontribusi terhadap pendapatan dan laba perseroan.

Laba Bersih PART Diproyeksi Naik 46,18%

Strategi diversifikasi mulai tercermin dalam proyeksi kinerja keuangan PART pada 2026. Perseroan memperkirakan pendapatan tahun ini mencapai Rp413,62 miliar, atau tumbuh sekitar 11,91% dibandingkan pendapatan 2025 sebesar Rp369,59 miliar.

Pertumbuhan laba diperkirakan lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan. PART memproyeksikan laba bersih 2026 mencapai Rp44,16 miliar, naik sekitar 46,18% dari realisasi laba bersih 2025 sebesar Rp30,21 miliar. 

Peningkatan laba tersebut juga diproyeksikan diikuti perbaikan tingkat profitabilitas. Margin laba bersih diperkirakan naik dari 8,17% pada 2025 menjadi 10,68% pada 2026.

Sementara itu, margin laba usaha diproyeksikan meningkat dari 10,99% menjadi 14,12%. Untuk laba per saham (earnings per share/EPS), PART memperkirakan angkanya mencapai Rp15,49 per saham pada akhir 2026, dibandingkan Rp11,29 per saham pada 2025.

Secara keseluruhan, perseroan memproyeksikan pendapatan naik 11,91%, laba usaha tumbuh 43,74%, dan laba bersih meningkat 46,18%. EPS juga diperkirakan bertambah 37,20% menjadi Rp15,49 per saham. 

Semester II 2026 Jadi Penentu

PART memperkirakan kontribusi bisnis non-otomotif akan semakin terasa pada semester II 2026. Berdasarkan pengalaman menjalankan bisnis tersebut sepanjang 2025, aktivitas segmen ini diperkirakan mulai meningkat pada kuartal III dan berpotensi mencapai level lebih tinggi pada kuartal IV.

Hingga Juni 2026, PART telah mencatatkan pendapatan Rp177,64 miliar dengan laba bersih sebesar Rp9,11 miliar. Karena itu, semester II menjadi periode penting bagi perseroan untuk mengejar target kinerja sepanjang 2026. 

Direktur PT Cipta Perdana Lancar Tbk mengatakan strategi diversifikasi diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

“Diversifikasi yang kami lakukan bukan untuk meninggalkan bisnis otomotif, tetapi untuk memperkuat PART melalui sumber pertumbuhan baru. Kami tetap menjaga bisnis komponen otomotif sebagai fondasi utama, sekaligus mengembangkan kemampuan fabrikasi Perseroan untuk menangkap peluang di sektor non-otomotif. Kami berharap kombinasi kedua segmen ini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan.” 

Selain kinerja laba, kondisi keuangan PART juga diproyeksikan membaik. Total aset pada akhir 2026 diperkirakan mencapai Rp424,34 miliar, meningkat dari Rp335,71 miliar pada akhir 2025. Ekuitas perseroan juga diproyeksikan naik menjadi Rp234,55 miliar dari sebelumnya Rp184,85 miliar. 

Dengan tetap mempertahankan bisnis komponen otomotif sebagai fondasi dan mengembangkan sektor non-otomotif sebagai sumber pertumbuhan baru, PART optimistis struktur bisnis perseroan akan semakin beragam.

Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral