- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Rupiah Balik Menekan Dolar AS, Mata Uang Paman Sam Turun ke Rp17.693
Dengan demikian, pergerakan dolar AS pada perdagangan akhir pekan berlangsung beragam. Mata uang Paman Sam melemah terhadap rupiah, euro, pound sterling, dan dolar Australia, tetapi menguat terhadap yen Jepang, dolar Kanada, serta franc Swiss.
Rupiah Masih Hadapi Rentang Pergerakan Dolar yang Lebar
Penguatan rupiah pada perdagangan akhir pekan menjadi perkembangan terbaru dalam pergerakan nilai tukar sepanjang 2026.
Dolar AS yang sebelumnya berada di level Rp17.744 turun ke Rp17.693. Pelemahan 0,29% tersebut membuat rupiah kembali menekan mata uang Paman Sam ke level Rp17.600-an.
Namun, secara tahunan dolar AS masih menguat 6,07%. Pergerakannya dalam 52 minggu terakhir juga menunjukkan bahwa mata uang tersebut pernah berada di level Rp16.296 dan mencapai Rp18.209.
Data tersebut memperlihatkan bahwa meski rupiah mampu mencatatkan penguatan pada perdagangan akhir pekan, dinamika nilai tukar masih bergerak dalam rentang yang cukup besar.
Pada saat yang sama, dolar AS juga belum menunjukkan arah yang seragam terhadap mata uang global. Pelemahan terjadi terhadap sejumlah mata uang, sementara penguatan masih terlihat terhadap yen Jepang, dolar Kanada, dan franc Swiss.
Perdagangan akhir pekan pun ditutup dengan posisi dolar AS di Rp17.693 terhadap rupiah, turun dari level sebelumnya Rp17.744.