- ANTARA
Gonjang-Ganjing Harga Emas Dunia, Antam Berpotensi Melonjak ke Rp2,81 Juta per Gram
Jakarta, tvOnenews.com – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sepekan ke depan. Meski demikian, tekanan koreksi tetap membayangi apabila harga emas terkoreksi pada awal perdagangan pekan depan.
Pengamat Komoditas dan Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia pada perdagangan terakhir ditutup di level US$4.454 per troy ounce. Jika terjadi koreksi pada perdagangan Senin (31/8/2026), harga emas berpotensi bergerak menuju sejumlah level support.
“Untuk emas dunia sendiri Sabtu pagi ditutup di US$4.454. apabila harganya nanti terkoreksi di hari Senin kemungkinan di US$4.381 terus dalam sepekan kemungkinan besar kalau seandainya turun pun juga di US$4.262,” ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (30/8/2026).
Menurut Ibrahim, level support pertama harga emas dunia berada di kisaran US$4.381 per troy ounce. Jika tekanan jual berlanjut, level support kedua berada di US$4.262 per troy ounce.
Sebaliknya, apabila emas kembali mendapatkan momentum penguatan, harga diperkirakan berpeluang menguji resistance pertama di US$4.553 per troy ounce. Penguatan lebih lanjut dapat membawa harga menuju resistance kedua di US$4.682 per troy ounce.
“Ini adalah untuk support pertama dan support kedua. Kemudian untuk resistance pertama kalau mengalami kenaikan kemungkinan di US$4.553, kemudian resistance kedua di US$4.682. Jadi emas dunia itu dalam sepekan kemungkinan ditransaksikan di US$4.262 support-nya, resistance-nya di US$4.682,” ujarnya.
Dengan demikian, harga emas dunia diperkirakan bergerak dalam rentang yang cukup lebar sepanjang pekan depan, yakni antara level support US$4.262 hingga resistance US$4.682 per troy ounce.
Pergerakan harga emas dunia juga menjadi perhatian bagi pasar emas domestik. Ibrahim menyebut harga emas batangan Antam pada perdagangan sebelumnya ditutup di level Rp2.711.000 per gram.
Jika mengalami koreksi, harga emas Antam diperkirakan turun menuju Rp2.688.000 per gram. Tekanan lebih dalam bahkan berpotensi membawa harga menuju Rp2.600.000 per gram.
Namun, ruang koreksi emas Antam diperkirakan tidak terlalu dalam. Salah satu faktor yang dapat menjadi penahan penurunan adalah potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kondisi tersebut dapat menopang harga emas dalam denominasi rupiah meskipun harga emas dunia mengalami tekanan.
Di sisi lain, apabila harga emas kembali menguat, Ibrahim memperkirakan resistance pertama emas Antam berada di level Rp2.731.000 per gram.
Penguatan selanjutnya berpotensi membawa harga menuju resistance kedua di level Rp2.810.000 per gram.
“Jadi logam mulia dalam sepekan itu ditransaksikan di Rp2.600.000 per gram supportnya, resistennya Rp2.810.000 per gram. jadi ada selisih Rp210.000,” ucapnya.
Artinya, sepanjang pekan depan harga emas Antam berpotensi bergerak dalam rentang Rp2,6 juta hingga Rp2,81 juta per gram. Perbedaan sekitar Rp210.000 per gram tersebut menunjukkan masih tingginya volatilitas pasar emas di tengah tarik-menarik antara peluang penguatan harga emas global dan tekanan koreksi jangka pendek. (agr/rpi)