- PAM JAYA
Hadapi Musim Kemarau, PAM JAYA Pastikan Air Baku dari Waduk Jatiluhur Aman hingga Akhir 2026
Sementara itu, General Manager Wilayah IV PJT II Anom Soal Herudjito menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan proyeksi kapasitas tampungan hingga 31 Desember 2026, terdapat sejumlah sumber pasokan yang masih mendukung ketersediaan air, yaitu:
Komponen Proyeksi
- Cadangan air tampungan ±3,6 miliar m³
- Perkiraan aliran Sungai Citarum ±1,97 miliar m³
- Sumber air setempat ±374 juta m³
- Selisih lebih terhadap kebutuhan ±976 juta m³
Berdasarkan proyeksi tersebut, ketersediaan air baku untuk mendukung suplai ke Jakarta hingga akhir tahun masih berada dalam kondisi aman. Meski demikian, PAM JAYA dan PJT II sepakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap tinggi muka air dan kondisi hidrologis Waduk Jatiluhur.
Sebagai salah satu sumber utama air baku bagi sistem penyediaan air minum Jakarta, kondisi Waduk Jatiluhur menjadi perhatian penting PAM JAYA, khususnya dalam menghadapi dinamika cuaca dan musim kemarau.
Peninjauan langsung ke sumber air baku di wilayah hulu merupakan bagian dari upaya PAM JAYA dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, memastikan kesiapan mitigasi, dan menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Jakarta.
PAM JAYA akan terus berkoordinasi dengan PJT II dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi sumber air baku serta mengambil langkah antisipatif sesuai perkembangan kondisi di lapangan. (rpi)