- PGNMAS
Kenalkan Hunian Berbasis Energi di Danantara Housing Expo 2026, Begini Konsep Smart Home BerandaMAS
Jakarta tvOnenews.com – Konsep hunian terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang nyaman, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi.
Melalui BerandaMAS, PT Permata Graha Nusantara (PGNMAS) yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), memperkenalkan konsep Indonesia First Energy-Based Housing Estate dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, pada 27–30 Agustus 2026.
Dalam pameran yang diikuti sekitar 130 pengembang dengan total lebih dari 120.000 unit hunian, berandaMAS membawa konsep kawasan yang mengintegrasikan energi, teknologi digital, kenyamanan, serta konektivitas dalam satu ekosistem.
Energi dan Teknologi Terintegrasi
Konsep energy-based housing menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan berandaMAS. Setiap rumah terhubung dengan jaringan gas bumi PGN, dilengkapi panel surya berkapasitas 1.300 watt peak, serta dukungan konektivitas digital.
Jaringan gas bumi tersebut dirancang untuk menyediakan pasokan energi selama 24 jam. Penggunaan gas bumi juga berpotensi menekan biaya energi rumah tangga hingga sekitar 50% per bulan.
Sementara itu, kebutuhan konektivitas digital didukung jaringan fiber optik milik PT Telemedia Dinamika Sarana (Gasnet), yang merupakan afiliasi PGN. Layanan tersebut memiliki kapasitas internet hingga 10 Mbps.
Penghuni juga mendapatkan dukungan fitur smart home dan IP Live Camera yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan sekaligus aspek keamanan di lingkungan rumah.
Fasilitas untuk Kenyamanan Penghuni
Selain mengandalkan integrasi energi dan teknologi, berandaMAS menawarkan sejumlah fasilitas kawasan untuk menunjang aktivitas dan kenyamanan penghuni.
Fasilitas tersebut mencakup padel court, badminton court, jalan kawasan yang luas, taman, serta ruang terbuka hijau.
Penataan kawasan juga memperhatikan aspek pencahayaan dan sirkulasi udara. Jarak antarbangunan dibuat untuk membantu cahaya dan udara alami masuk ke lingkungan hunian sekaligus mengurangi potensi rambatan api.
Konsep arsitektur yang dirancang Andra Matin turut mengoptimalkan pencahayaan serta sirkulasi udara alami di kawasan tersebut.
Pada tahap pertama pengembangan, berandaMAS telah membangun 154 unit rumah. Sebanyak 26 unit di antaranya saat ini tersedia dalam kondisi ready stock.
Tipe Tanagi (66/60) ditawarkan mulai Rp885 juta, sedangkan tipe Anila (89/84) dibanderol mulai Rp1,19 miliar. Untuk tipe Adanu (109/105), harga ditawarkan mulai Rp1,4 miliar.
Adanu dengan luas tanah 135 meter persegi juga tersedia dengan harga Rp1,7 miliar. Seluruh unit memiliki status Hak Guna Bangunan (HGB) terpecah.
Calon konsumen juga mendapatkan program promo berupa gratis iuran pemanfaatan gas bumi selama tiga tahun. Pilihan unit tersedia dalam skema full furnished maupun semi-furnished.
Pembiayaan Hunian
Untuk memberikan pilihan pembiayaan kepada calon konsumen, berandaMAS menggandeng sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BTN, BSI, dan BRI.
Skema pembiayaan tersebut menawarkan uang muka mulai 1%, suku bunga mulai 2,75%, serta tenor hingga 30 tahun.
"Skema tersebut memberikan alternatif kepemilikan sesuai kemampuan, dengan cicilan mulai Rp4 juta untuk Tanagi, Rp5 juta untuk Anila, dan Rp6 juta untuk Adanu," kata Direktur Utama PGNMAS Dian Kuncoro, Senin (31/8/2026).
BerandaMAS dikembangkan di kawasan terpadu Vida Bekasi yang memiliki berbagai fasilitas pendidikan, olahraga, dan komersial. Lokasinya juga didukung sejumlah pilihan transportasi publik untuk menunjang mobilitas penghuni.
Akses tersebut antara lain TransJakarta rute Vida–Cawang, LRT, serta Bus Patriot. Dari sisi pendidikan, sejumlah institusi yang berada di sekitar kawasan mencakup Binus School, Al Azhar Kemang Pratama, dan Sekolah Victoria Plus Bekasi Kemang Pratama.
Akses jalan tol juga menjadi salah satu faktor pendukung kawasan. Tol Jatiasih berada sekitar 5 kilometer dari lokasi, sementara rencana pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II dinilai berpotensi meningkatkan konektivitas sekaligus prospek kawasan hunian.
PGNMAS saat ini juga mengkaji pengembangan tahap kedua berandaMAS dengan sisa landbank sekitar 2 hektare.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGNMAS menjadikan berandaMAS sebagai pilot project layanan beyond gas. Konsep ini menunjukkan peluang pemanfaatan jaringan gas bumi yang dipadukan dengan layanan terintegrasi untuk memperluas manfaat energi bagi masyarakat.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk mendukung Program Gasifikasi Nasional dan Sapta PGN dalam memperluas pemanfaatan energi berbasis gas bumi di Indonesia.