news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi dolar as.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan M.

Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS di Tengah Lonjakan Harga Energi Imbas Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Rupiah menguat ke Rp17.715 per dolar AS di tengah lonjakan harga energi imbas kembali memanasnya perang antara Iran dan AS.
Selasa, 1 September 2026 - 09:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah menguat ke Rp17.715 per dolar Amerika Serikat (AS) di tengah lonjakan harga energi imbas kembali memanasnya perang antara Iran dan AS.

Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah berada di level Rp17.746 per dolar AS pada Senin, 31 Agustus 2026. 

Posisi rupiah melemah 43 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.703 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.

Pada Selasa, 1 September 2026 rupiah ditransaksikan di Rp17.715 per dolar AS. 

Posisi rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.722 per dolar AS.

Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan ketidakpastian geopolitik global dan lonjakan harga energi berpotensi semakin membebani APBN.

"Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan reformasi terhadap skema subsidi dan kompensasi energi," ujarnya, Selasa (1/9/2026). 

Hingga akhir Juni 2026, kata dia, realisasi subsidi dan kompensasi energi tercatat telah mencapai sekitar Rp233 triliun.

Hal ini diperkirakan masih akan meningkat hingga akhir tahun serta berpotensi memberikan tekanan lebih besar terhadap fiskal pada 2027.

Besarnya risiko subsidi energi Indonesia tidak terlepas dari ketergantungan terhadap sejumlah faktor eksternal terutama harga energi global dan nilai tukar rupiah. 

Ada tiga variabel utama yang menentukan besaran subsidi energi, seperti harga energi di pasar global, nilai tukar rupiah dan tingkat konsumsi energi domestik.

Pada saat yang sama, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat biaya pengadaan energi menjadi lebih mahal. 

Pada akhirnya kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi.

Subsidi dan kompensasi energi sampai akhir tahun akan meningkat hingga Rp526 triliun sehingga terdapat potensi kenaikan hampir Rp200 triliun dibandingkan alokasi awal dalam APBN yang berada di kisaran Rp338 triliun. 

Selain itu, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempersiapkan anggaran subsidi BBM jenis tertentu dalam RAPBN 2027, lebih tinggi dibandingkan perkiraan realisasi APBN 2026.

Berdasarkan dokumen Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027, nilai anggaran subsidi BBM jenis tertentu mencapai Rp28,7 triliun. 

Angka tersebut naik sekitar 8,71 persen dibandingkan perkiraan realisasi tahun 2026 yang sebesar Rp26,4 triliun.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral