- Antara
Impor Indonesia Tembus US$163,33 Miliar, Bahan Baku Jadi Primadona Utama
Dari sisi negara asal, peningkatan nilai impor terjadi dari Tiongkok, Australia, kawasan ASEAN, dan Uni Eropa. Sebaliknya, impor dari Jepang justru mengalami penurunan.
“Kalau kita lihat menurut negara dan kawasan asal impor, maka peningkatan nilai impor terjadi pada Tiongkok, Australia, kawasan ASEAN, dan juga kawasan Uni Eropa. Sementara itu impor dari Jepang justru mengalami penurunan,” ujar Ateng.
Lonjakan impor juga terlihat pada Juli 2026. Total nilai impor pada bulan tersebut mencapai US$26,09 miliar, meningkat 27,02 persen secara tahunan.
“Pada Juli tahun 2026 total nilai impor mencapai US$26,09 miliar atau meningkat 27,02 persen dibandingkan dengan Juni tahun 2025,” kata Ateng.
Impor migas pada Juli mencapai US$3,77 miliar atau meningkat 49,91 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$22,33 miliar atau naik 23,83 persen.
“Nilai impor migas sebesar US$3,77 miliar atau meningkat 49,91 secara tahunannya,” ujarnya.
“Sedangkan untuk impor non-migas tercatat senilai US$22,33 miliar mengalami peningkatan secara tahunannya sebesar 23,83 persen. Dan peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non-migas dengan andil peningkatannya sebesar 20,91 persen,” sambung Ateng.
Berdasarkan penggunaan pada Juli 2026, seluruh golongan impor kembali mencatat pertumbuhan. Impor barang konsumsi meningkat 10,50 persen dibandingkan Juli 2025.
Sementara itu, impor bahan baku atau penolong kembali menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 32,33 persen secara tahunan dan memberikan andil 22,31 persen terhadap peningkatan impor.
“Seluruh impor menurut golongan penggunaan mengalami peningkatan secara tahunannya. Nilai impor barang konsumsi pada Juli 2026 naik sebesar 10,50 persen dibandingkan dengan Juli tahun yang lalu atau tahun 2025,” kata Ateng.
“Sedangkan impor bahan baku atau penolong sebagai pendorong utama kinerja impor ini naik secara tahunannya cukup tinggi ya, naik 32,33 persen dengan andil terhadap peningkatannya sebesar 22,31 persen. Sedangkan untuk impor barang modal juga naik sebesar 17,38 persen,” pungkasnya. (agr/rpi)