- Antara
Purbaya Sebut Modal Asing Rp140,6 Triliun Masuk RI, Kepercayaan Investor Global Masih Kuat
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen
Salah satu indikator yang menjadi penopang kepercayaan investor adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Purbaya menyebut ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai kinerja perekonomian domestik.
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi juga disebut masih terkendali. Inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) hingga Agustus 2026.
Kondisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut menjadi bagian dari indikator yang menunjukkan stabilitas perekonomian nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Neraca Perdagangan Surplus US$3,7 Miliar
Purbaya juga menyoroti kinerja perdagangan Indonesia. Neraca perdagangan nasional tercatat mengalami surplus sebesar US$3,7 miliar sepanjang periode Januari-Juli 2026.
Pada periode yang sama, posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$145,3 miliar.
Capaian tersebut turut menjadi bagian dari indikator ekonomi yang disampaikan Purbaya dalam menjelaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
Selain perdagangan dan cadangan devisa, perkembangan nilai tukar rupiah juga menunjukkan perbaikan dibandingkan tekanan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Rupiah Menguat ke Rp17.720 per Dolar AS
Purbaya mengatakan nilai tukar rupiah telah menguat ke level Rp17.720 per dolar AS.
Sebelumnya, rupiah sempat mengalami tekanan hingga mencapai Rp18.171 per dolar AS pada Juni 2026.
Pergerakan rupiah yang menguat tersebut menjadi salah satu indikator yang disebut Purbaya mencerminkan sentimen positif di pasar keuangan domestik.
Penguatan rupiah, kenaikan IHSG, perkembangan yield SBN yang kondusif, serta aliran modal asing yang mencapai Rp140,6 triliun menjadi sejumlah indikator yang digunakan pemerintah untuk melihat masih terjaganya kepercayaan global terhadap Indonesia.
"Solidnya kinerja perekonomian domestik itu telah berhasil membuat terjaganya kepercayaan global terhadap Indonesia," ujar Purbaya. (nsp)
VIVA/Muhammad Yudha Prasetya