- Julio Trisaputra-tvOne
IHSG Dibuka Menghijau pada Perdagangan 7 September 2026, Berpotensi Datar saat Bursa Asia Menguat dan Wall Street Lesu
Jakarta, tvOnenews.com - Pada pembukaan perdagangan Senin, 7 September 2026, IHSG menguat 15 poin atau 0,24 persen di level 6.652.
Dalam riset hariannya, Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi datar atau sideways pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini," ujarnya, Senin (7/9/2026).
Bursa Asia menguat pada perdagangan Jumat, 4 September 2026 seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Indeks MSCI Emerging Asia naik 1,6 persen dan menuju kenaikan harian terbaik dalam sepekan.
Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak naik masing-masing sebesar 1,3 persen dan 0,03 persen.
Bursa Korea Selatan dan Taiwan yang didominasi saham teknologi masing-masing menguat 1,6 persen dan 1,5 persen.
Hang Seng Hong Kong melesat 1,7 persen, sedangkan ASX 200 Australia turun 0,16 persen. STI Singapura menguat 0,9 persen dan KLCI Malaysia melemah 0,4 persen.
Sementara itu, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang utama.
Sentimen pasar membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan lebih memilih mempertahankan suku bunga apabila data inflasi mendatang kembali menunjukkan tanda-tanda disinflasi.
Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 4 September 2026 karena laporan tenaga kerja yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 0,38 persen dan Nasdaq Composite turun 0,29 persen.
Sektor semikonduktor naik 3,4 persen meskipun secara keseluruhan masih turun 17,8 persen pada kuartal ini.
Sementara itu, sektor perangkat lunak dan jasa yang sebelumnya telah naik 24 persen dalam periode yang sama turun 2,1 persen.
"Support IHSG berada di level 6.600-6.640 sementara resist IHSG di rentang 6.670-6.720," katanya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)