news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • Antara

Purbaya Klaim Uang Mulai Banjiri Ekonomi RI Lagi: Dampaknya Segera Dirasakan Masyarakat

Purbaya menjelaskan perlambatan peredaran uang yang terjadi pada April hingga Juni kemungkinan berkaitan dengan gangguan dalam transmisi kebijakan fiskal dan moneter.
Selasa, 8 September 2026 - 18:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, aliran uang ke dalam sistem perekonomian Indonesia mulai kembali normal setelah sempat mengalami gangguan pada beberapa bulan sebelumnya.

Ia menyebut transmisi kebijakan fiskal dan moneter yang sempat tersendat mulai menunjukkan perbaikan sejak Juli hingga September 2026.

Purbaya menjelaskan perlambatan peredaran uang yang terjadi pada April hingga Juni kemungkinan berkaitan dengan gangguan dalam transmisi kebijakan fiskal dan moneter. Namun, menurutnya, kondisi tersebut mulai berbalik pada beberapa bulan terakhir.

“Kalau mereka refer ke bulan mungkin April, May, Juni, mungkin iya ada gangguan sedikit di transmisi kebijakan yang dijalankan oleh fiskal dan moneter pada waktu itu,” ujar dia, kepada media, di Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Pemerintah dan Bank Indonesia, kata Purbaya, kemudian memastikan uang yang semestinya masuk ke sistem perekonomian kembali disalurkan. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi ke depan berpotensi bergerak lebih kuat.

“Mungkin kan Juli, Agustus akan dikembalikan lagi. September juga sudah dikembalikan lagi. Uang yang harusnya ada di sistem sudah dipastikan masuk ke sistem,” ungkapnya.

“Jadi harusnya ke depan akan lebih bagus lagi. Kalau dibandingkan tahun lalu sampai bulan Agustus sama aja kan. Buktinya orang penuh jalan ramai,” lanjut dia.

Purbaya menilai aktivitas masyarakat menjadi salah satu indikator sederhana untuk melihat apakah kondisi ekonomi mulai membaik. Ia juga membandingkan situasi sosial tahun ini dengan tahun sebelumnya, terutama dari sisi demonstrasi yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, demonstrasi pada Agustus 2026 memang terjadi, tetapi skalanya tidak sebesar tahun sebelumnya. Bagi Purbaya, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu gambaran mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap situasi ekonomi yang sedang berjalan.

“Kalau sekarang, kayaknya kan kemarin Agustus demo juga kan. Ada demo, tapi kan nggak sebesar tahun lalu. Itu untuk saya, saya melihat sebagai patokan kepuasan masyarakat yang langsung apakah mereka nggak puas sekali apa nggak,” tegas dia.

Purbaya bahkan mengaitkan tingkat partisipasi masyarakat dalam demonstrasi dengan perkembangan ekonomi. Menurut hitungannya, ketika perekonomian mulai membaik dan masyarakat mulai merasakan dampaknya, tekanan sosial yang muncul melalui aksi demonstrasi seharusnya ikut berkurang.

“Hitungan saya sih kalau ekonominya mulai baik harusnya yang masyarakat yang ikut demo lebih sedikit. Apalagi dibanding tahun lalu. Ini kan terlihat bahwa demonya yang mahasiswa demo besar, tapi kan masyarakat sedikit yang terlibat,” tuturnya.

Ia melihat kondisi tersebut sebagai perkembangan yang sesuai dengan arah kebijakan pemerintah. Purbaya menyebut kebijakan yang sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mengalir ke perekonomian mulai menunjukkan efek pada Juli dan Agustus.

“Itu yang sebetulnya kita inginkan terjadi. Kebijakan yang Anda bilang tadi nggak masuk ke perekonomian, sepertinya di bulan-bulan tadi, Juli, Agustus udah berbalik kelihatannya. Mudah-mudahan ke depan akan seperti itu terus,” ungkap Purbaya.

Menurut Purbaya, keberlanjutan perbaikan tersebut sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dan sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

“Dan saya yakin kalau kebijakan pemerintah, Pak Prabowo, dijalankan terus dengan sinkronisasi kebijakan fiskal moneter yang baik, itu akan membaik terus,” ujar dia.

Purbaya optimistis percepatan pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan memperluas dampak positif hingga masyarakat kelas menengah dan bawah. Menurut dia, peningkatan aktivitas ekonomi tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga harus berujung pada meningkatnya peredaran uang yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jadi saya perkirakan sih ketika pertumbuhan ekonomi makin cepat, maka pelan-pelan masyarakat yang menengah, bawah juga akan merasakan dampaknya. Termasuk dampak pertambahnya beredarnya uang di sistem perekonomian,” ucap dia. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
05:19
01:23
01:28
20:49
05:57

Viral