news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Kantor Bea Cukai Pusat..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Survei IDM 2026: Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Tinggi, Tapi Tarif dan Aturan Barang Impor Jadi Sorotan

IDM mencatat, pada aspek informasi pelayanan dan kemudahan akses, 86,6% responden menyatakan puas terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sabtu, 12 September 2026 - 22:21 WIB
Reporter:
Editor :

Ia mengingatkan, tingginya kepuasan publik tidak boleh membuat pembenahan berhenti. Justru kritik harus jadi bahan evaluasi, terutama terkait potensi penyalahgunaan wewenang.

"Pelayanan yang cepat dan berbasis teknologi harus berjalan beriringan dengan sistem pengawasan yang mampu mencegah penyalahgunaan kewenangan," kata Dedi.

IDM berharap hasil survei ini menjadi cermin bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas aparatur, dan mengevaluasi kebijakan tarif agar tetap relevan dengan perkembangan perdagangan nasional dan internasional.

"Bea Cukai adalah instrumen penting negara dalam menjaga penerimaan, melindungi industri nasional, dan memastikan kepentingan ekonomi masyarakat tetap terlindungi," pungkasnya.

Terkait survei tersebut, akademisi Universitas Pasundan Dr. Maruly H.Utama berpendapat fungsi kepabeanan tidak semata-mata berkaitan dengan penerimaan negara dari aktivitas perdagangan internasional.

Bea masuk, misalnya, dapat digunakan sebagai instrumen kebijakan untuk memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri dari tekanan persaingan produk impor.

Sementara, bea keluar dapat digunakan dalam konteks pengendalian arus komoditas tertentu untuk menjaga ketersediaan bahan baku atau pasokan bagi industri domestik.

Menurut Maruly, cukai mempunyai fungsi yang berbeda, yakni sebagai instrumen pengendalian terhadap konsumsi barang tertentu yang memiliki dampak terhadap masyarakat, seperti produk tembakau dan minuman beralkohol.

"Karena itu, kebijakan kepabeanan dan cukai pada dasarnya memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar penerimaan negara," ujar Maruly.

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral