- Dok. LRT City
12 Proyek LRT City Bakal Dilanjutkan, Pemerintah Siapkan Rp456 Miliar
Perwakilan konsumen diminta mengumpulkan seluruh aspirasi dan pertanyaan dari sekitar 2.400 konsumen. Proses inventarisasi tersebut ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026.
"Teman-teman di bawah koordinator Pak Ryan (perwakilan konsumen) dalam beberapa waktunya ke depan sampai tanggal 1 Oktober menginventarisir semua aspirasi, semua pertanyaan dari kurang lebih 2.000 korban," kata Aminuddin.
Setelah seluruh aspirasi dan pertanyaan dikumpulkan, pemerintah akan menggelar pertemuan lanjutan bersama perwakilan konsumen dan pihak terkait.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10-15 Oktober 2026. Hasil pertemuan nantinya menjadi bagian dari proses pemerintah dalam menentukan mekanisme penyelesaian persoalan proyek LRT City.
Direktur Utama ADHI Minta Maaf kepada Konsumen
Di tengah proses penyelesaian LRT City, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Moeharmein Zein Chaniago turut menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen.
Moeharmein mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan konsumen selama proses penyelesaian proyek berlangsung.
"Yang pertama tentunya atas ketidaknyamanan selama ini kami memohon maaf," ujar Moeharmein.
Direktur Utama ADHI tersebut mengatakan perusahaan akan mengawal proses penyelesaian proyek LRT City sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"Sebagai Dirut daripada perusahaan induknya juga diminta dan ini sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern untuk mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline," lanjutnya.
ADHI Diminta Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor
Sebelumnya, Danantara Indonesia meminta ADHI menghentikan pembentukan anak perusahaan baru dan kembali memusatkan perhatian pada bisnis inti perusahaan sebagai kontraktor.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam rapat bersama jajaran Direksi ADHI, Wakil Kepala BUMN Aminuddin Ma'ruf, serta internal Danantara Asset Management (DAM) pada Kamis (3/9/2026).
Dony mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi sejumlah anak perusahaan ADHI yang dinilai bermasalah.
"Setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi setop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru, dan ADHI fokus pada kontraktor," ujar Dony, dikutip dari unggahan video di akun Instagram resmi BP BUMN @bumn_id, Jumat (4/9/2026).
Saat ini, ADHI juga terus mempercepat proses streamlining untuk memperkuat struktur dan fokus bisnis perusahaan. Penyederhanaan dilakukan secara bertahap dengan menata struktur grup yang sebelumnya terdiri dari 18 entitas menuju struktur yang lebih terintegrasi.