news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Proyek LRT City Mangkrak..
Sumber :
  • Dok. LRT City

12 Proyek LRT City Bakal Dilanjutkan, Pemerintah Siapkan Rp456 Miliar

Pemerintah memastikan 12 proyek LRT City akan dilanjutkan. Danantara Indonesia menyiapkan Rp456 miliar untuk menyelesaikan proyek yang mangkrak.
Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan seluruh proyek LRT City yang berada di bawah pengelolaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI akan dilanjutkan pembangunannya.

Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf mengatakan terdapat 12 lokasi proyek LRT City yang akan kembali dikerjakan. Proyek tersebut mencakup pembangunan yang belum selesai hingga proyek yang sama sekali belum dimulai.

"Memang 12 lokasi itu kita mau bangun semuanya," ujar Aminuddin saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Aminuddin menjelaskan, pemerintah dalam waktu dekat akan mendatangi seluruh lokasi proyek LRT City tersebut. Kunjungan dilakukan untuk mengidentifikasi proyek yang dapat menjadi prioritas pembangunan.

Penentuan prioritas nantinya tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kelayakan proyek dan tingkat keterjualannya.

Danantara Siapkan Rp456 Miliar

Untuk mendukung penyelesaian proyek LRT City yang mangkrak, Danantara Indonesia akan menyuntikkan anggaran sebesar Rp456 miliar.

Dana tersebut disiapkan untuk membantu menyelesaikan proyek-proyek yang selama ini belum tuntas. Pemerintah tetap akan melakukan inventarisasi terlebih dahulu sebelum menentukan mekanisme penyelesaian untuk masing-masing proyek.

Sebanyak 12 proyek LRT City yang masuk dalam rencana pembangunan kembali tersebar di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Berikut daftar 12 proyek LRT City yang dimaksud:

  1. LRT City Ciracas – Jakarta Timur

  2. LRT City Cibubur – Depok/Cibubur

  3. LRT City Jatibening – Bekasi

  4. LRT City MTH – MT Haryono, Jakarta

  5. LRT City Tebet – Jakarta

  6. LRT City Bekasi - Eastern Green – Bekasi

  7. LRT City Bekasi - Green Avenue – Bekasi

  8. LRT City Cikunir – Bekasi

  9. Grand Central Bogor – Bogor

  10. Oase Park – Tangerang Selatan

  11. Cisauk Point – Tangerang

  12. Adhi City Sentul – Bogor

Dengan rencana tersebut, seluruh lokasi LRT City akan tetap menjadi bagian dari proyek yang akan diselesaikan. Namun, tahapan pengerjaan dan prioritas pembangunan masih menunggu hasil identifikasi pemerintah.

Nasib Proyek LRT City Ditentukan Oktober 2026

Selain melihat kondisi proyek, pemerintah juga masih menunggu aspirasi dari para konsumen LRT City. Hal tersebut menjadi bagian dari proses inventarisasi sebelum mekanisme penyelesaian ditentukan.

Perwakilan konsumen diminta mengumpulkan seluruh aspirasi dan pertanyaan dari sekitar 2.400 konsumen. Proses inventarisasi tersebut ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026.

"Teman-teman di bawah koordinator Pak Ryan (perwakilan konsumen) dalam beberapa waktunya ke depan sampai tanggal 1 Oktober menginventarisir semua aspirasi, semua pertanyaan dari kurang lebih 2.000 korban," kata Aminuddin.

Setelah seluruh aspirasi dan pertanyaan dikumpulkan, pemerintah akan menggelar pertemuan lanjutan bersama perwakilan konsumen dan pihak terkait.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10-15 Oktober 2026. Hasil pertemuan nantinya menjadi bagian dari proses pemerintah dalam menentukan mekanisme penyelesaian persoalan proyek LRT City.

Direktur Utama ADHI Minta Maaf kepada Konsumen

Di tengah proses penyelesaian LRT City, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Moeharmein Zein Chaniago turut menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen.

Moeharmein mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan konsumen selama proses penyelesaian proyek berlangsung.

"Yang pertama tentunya atas ketidaknyamanan selama ini kami memohon maaf," ujar Moeharmein.

Direktur Utama ADHI tersebut mengatakan perusahaan akan mengawal proses penyelesaian proyek LRT City sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Sebagai Dirut daripada perusahaan induknya juga diminta dan ini sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern untuk mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline," lanjutnya.

ADHI Diminta Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

Sebelumnya, Danantara Indonesia meminta ADHI menghentikan pembentukan anak perusahaan baru dan kembali memusatkan perhatian pada bisnis inti perusahaan sebagai kontraktor.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam rapat bersama jajaran Direksi ADHI, Wakil Kepala BUMN Aminuddin Ma'ruf, serta internal Danantara Asset Management (DAM) pada Kamis (3/9/2026).

Dony mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi sejumlah anak perusahaan ADHI yang dinilai bermasalah.

"Setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi setop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru, dan ADHI fokus pada kontraktor," ujar Dony, dikutip dari unggahan video di akun Instagram resmi BP BUMN @bumn_id, Jumat (4/9/2026).

Saat ini, ADHI juga terus mempercepat proses streamlining untuk memperkuat struktur dan fokus bisnis perusahaan. Penyederhanaan dilakukan secara bertahap dengan menata struktur grup yang sebelumnya terdiri dari 18 entitas menuju struktur yang lebih terintegrasi.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:48
05:04
03:30
01:13
06:11
27:02

Viral