news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Buyback Saham Rp4 Triliun Tanpa RUPS..
Sumber :
  • ADRO

Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu

Investor asing melepas saham BUMI dan ADRO senilai Rp348,4 miliar pada 14-18 September 2026, saat BRMS, ANTM, AADI, dan EMAS diburu.
Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB
Reporter:
Editor :

MNC Sekuritas Pasang Target BUMI Rp300

Di tengah aksi jual investor asing, MNC Sekuritas justru memulai cakupan terhadap saham BUMI dengan rekomendasi buy dan target harga Rp300 per saham.

Target tersebut menggunakan metode sum of the parts (SOTP), dengan menghitung nilai tujuh aset BUMI secara terpisah.

Dalam risetnya, MNC Sekuritas menggunakan pendekatan discounted cash flow (DCF) untuk tambang yang telah menghasilkan arus kas. Sementara aset yang masih berada dalam tahap pengembangan dinilai menggunakan pendekatan enterprise value (EV) terhadap sumber daya atau resource.

Target harga Rp300 tersebut mengimplikasikan rasio EV/EBITDA sebesar 31,9 kali untuk estimasi 2026 dan 23,4 kali untuk proyeksi 2027.

Analis MNC Sekuritas Raka Junico W dan Rudy Setiawan menilai prospek BUMI berkaitan dengan perubahan komposisi nilai aset perusahaan dari batu bara menuju mineral bernilai tinggi.

Berdasarkan riset tersebut, BUMI memiliki cadangan dan sumber daya batu bara sebesar 9,1 miliar ton. Sementara portofolio ekspansi mineral perseroan mencatatkan margin operasional 29,5 persen, lebih tinggi dibandingkan margin segmen batu bara yang sebesar 8,8 persen.

MNC Sekuritas juga mencatat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, termasuk potensi keterlambatan proyek, kinerja aset mineral yang berada di bawah ekspektasi, perubahan regulasi dan perizinan, serta harga komoditas yang lebih rendah dari perkiraan.

ADRO Dipatok Rp3.450

Sementara itu, Pluang Maju Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ADRO dengan target harga Rp3.450 dalam jangka waktu 12 bulan.

Rekomendasi tersebut didorong oleh sejumlah faktor, termasuk akselerasi kinerja dan valuasi sektor batu bara yang masih berada di bawah rata-rata historis.

ADRO juga memiliki potensi diversifikasi pendapatan melalui bisnis aluminium yang mulai memberikan kontribusi menjelang akhir 2026. Perkembangan tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap satu komoditas.

Selain itu, Pluang Maju Sekuritas melihat potensi tambahan kuota produksi sebesar 10-12 persen dari revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagai salah satu katalis bagi ADRO.

Kontribusi awal bisnis aluminium serta normalisasi harga batu bara yang masih berada pada level tinggi turut menjadi faktor yang diperhatikan dalam prospek saham ADRO.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral