news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA

Rupiah Tertekan ke Rp17.847 per Dolar, BI Ungkap Biang Keroknya

Bank Indonesia mengungkap faktor pelemahan rupiah ke Rp17.847 per dolar AS, mulai dari gejolak Timur Tengah hingga kebutuhan valas importir.
Senin, 21 September 2026 - 21:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan hingga mencapai level Rp17.847 per dolar Amerika Serikat pada Senin (21/9/2026).

Bank Indonesia (BI) mengungkap sejumlah faktor yang menjadi pemicu tekanan terhadap mata uang Garuda. Salah satu faktor utama berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga menembus US$100 per barel.

Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan domestik karena kenaikan harga energi dapat meningkatkan risiko inflasi secara global. Pada saat yang sama, lonjakan harga minyak juga berpotensi memperberat proyeksi fiskal nasional.

Gejolak Timur Tengah Tekan Rupiah

Gejolak geopolitik Timur Tengah menjadi salah satu perhatian pasar karena berpengaruh langsung terhadap harga komoditas energi dunia.

Kenaikan harga minyak hingga berada di atas US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Bagi negara yang memiliki kebutuhan energi impor, kenaikan harga minyak juga dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing.

Tekanan tersebut kemudian ikut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Bank Indonesia menyebut tekanan rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Permintaan valuta asing dari importir di dalam negeri juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pelemahan mata uang domestik.

"Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Investor Asing Lepas Aset Domestik

Selain kebutuhan valas dari importir, tekanan terhadap rupiah juga diperkuat oleh adanya arus keluar dana dari aset portofolio domestik.

Aksi pelepasan aset domestik oleh investor asing meningkatkan tekanan terhadap pasar valuta asing. Kondisi ini terjadi ketika pelaku pasar melakukan penyesuaian portofolio di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari gejolak geopolitik, kenaikan harga minyak, kebutuhan valuta asing importir hingga arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

BI Perkuat Intervensi Pasar

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral