- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Kadin Indonesia Bakal Luncurkan Satgas Protein, Ciptakan Lapangan Kerja hingga Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Protein yang akan menciptakan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie saat HUT ke-58 Kadin Indonesia, pada Kamis (24/9/2026).
Anindya menjelaskan bahwa Kadin Indonesia juga telah memiliki Satgas MBG, Satgas Rumah Layak Huni, Satgas Layanan Kesehatan Gratis, dan Satgas Tenaga Kerja Migran.
“Tapi kali ini benar tadi kita juga ingin meluncurkan Satgas Protein,” kata Anindya.
Lebih lanjut, Anindya menerangkan, Satgas Protein dalam hal ini diarahkan menciptakan lapangan kerja, stabilitas pasokan, peningkatan pendapatan, serta kemandirian protein nasional.
“Satgas Protein juga bergotong royong mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8% menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Anindya.
Adapun tugas Satgas Protein diantaranya memiliki program Hilirisasi. Sementara itu, program kedua yakni desentralisasi ayam petelur. Menempatkan produksi dekat pasar lokal dikelola koperasi dan peternak dengan teknologi, skala usaha, serta offtake yang tepat.
Kemudian program ketiga yakni mengembangkan kawasan sapi perah terintegrasi. Menghubungkan lahan pakan, budidaya, kesehatan, pemerahan, pendinginan, pengolahan susu, pembiayaan, dan kepastian pasar.
Dan program Satgas Protein yang keempat yaitu membangun supply chain terintegrasi melalui production hub, storage hub, cold chain, logistik, sistem digital, traceability, transaksi, dan pembayaran yang transparan. Setiap pelaku bekerja sesuai kapasitasnya. Koperasi mengkonsolidasikan produsen, UMKM menciptakan nilai tambah, swasta membawa investasi, sedangkan BUMN dan BUMD memperkuat infrastruktur.
“Tujuan kita bagaimana Indonesia Incorporated ini bisa sukses, pertumbuhan bertumbuh berjenjang mencapai 8%, dan kemiskinan ekstrem bisa turun menjadi 0%,” terang Anindya. (Ars/rpi)