- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik hingga 11 Persen Oktober 2026, Segini Perkiraan Harganya
Sementara itu, harga Pertamax diperkirakan masih dapat dipertahankan meskipun berdasarkan perhitungan harga keekonomiannya saat ini berada di sekitar Rp18.350 per liter.
Dengan demikian, proyeksi kenaikan tidak serta-merta berarti seluruh jenis BBM nonsubsidi akan langsung mengalami perubahan harga dengan besaran yang sama. Keputusan harga tetap bergantung pada kebijakan dan perhitungan yang digunakan.
Harga BBM Mengikuti Perkembangan Pasar Minyak
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
Menurut Bahlil, perubahan harga minyak akan berpengaruh terhadap harga BBM nonsubsidi melalui mekanisme harga pasar. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah Indonesian Crude Price (ICP).
"Coba cek dulu. Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP (Indonesian Crude Price)-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil ketika menjelaskan mekanisme harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak dan kondisi pasar global.
Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Di tengah potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Bahlil mengatakan pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Menurutnya, stok BBM nasional berada pada standar minimal sekitar 18 hingga 21 hari.
Pemerintah juga telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun.
"Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegas Bahlil.
Dengan kondisi tersebut, potensi perubahan harga pada Oktober 2026 terutama menjadi perhatian pada kelompok BBM nonsubsidi. Perkiraan kenaikannya berada di kisaran 5-11 persen, dengan perhitungan yang turut dipengaruhi pergerakan harga MOPS dan nilai tukar rupiah.