- Antara
DEN Ungkap Kunci RI Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Jakarta, tvOnenews.com – Stabilitas makroekonomi menjadi salah satu fondasi penting bagi Indonesia untuk menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan menjaga stabilitas menjadi tantangan utama Indonesia saat ini, terutama di tengah perhatian terhadap disiplin fiskal dan kondisi makroekonomi.
"Kestabilan makro itu selalu penting," kata Mari dalam kegiatan Kontan Economic & Demographic Forum di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut Mari, kondisi ekonomi yang stabil diperlukan sebelum pemerintah dapat berbicara lebih jauh mengenai arah kebijakan investasi. Stabilitas tersebut juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
Stabilitas Makro Jadi Fondasi Investasi
Mari mengatakan Indonesia perlu terus menjaga stabilitas makroekonomi di tengah berbagai tekanan yang dapat memengaruhi kondisi perekonomian.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Menurut dia, faktor domestik sempat ikut memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah, selain adanya tekanan eksternal.
Tekanan dari luar antara lain berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak.
"Intinya, mungkin Indonesia tantangannya pertama adalah tetap stabilitas," ujar Mari.
Karena itu, stabilitas makroekonomi perlu tetap menjadi perhatian dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi. Kondisi yang stabil diharapkan dapat menciptakan dasar yang lebih kuat bagi dunia usaha dan investor untuk mengambil keputusan.
Selain menjaga kondisi makro, pemerintah juga perlu memastikan iklim usaha tetap kondusif agar investasi sektor swasta dapat terus bergerak.
Kepastian Kebijakan Jadi Perhatian Investor
Menurut Mari, iklim usaha dan investasi memiliki peran penting dalam mendorong sektor swasta untuk meningkatkan penanaman modal.
Investasi yang dimaksud tidak hanya berasal dari investor dalam negeri, tetapi juga dari investor asing.
Pemerintah, kata dia, perlu menjaga iklim usaha sekaligus memberikan kepastian mengenai arah kebijakan. Kepastian tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan minat pelaku usaha dalam menanamkan modal.
"Bagaimana iklim usaha, bagaimana menjaga iklim usaha dan investasi sehingga memang mendorong swasta dalam negeri maupun luar negeri untuk terus melakukan investasi," katanya.
Dengan iklim investasi yang kondusif, sektor swasta diharapkan dapat terus mengambil peran dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Investasi juga menjadi penting ketika Indonesia ingin meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi melampaui tingkat yang selama ini relatif stabil.
Ekonomi Bisa Tumbuh 5 Persen dengan Stabilitas
Mari menjelaskan stabilitas ekonomi dapat menopang pertumbuhan Indonesia di kisaran 5 persen.
Menurut dia, tingkat pertumbuhan tersebut dapat dicapai apabila kondisi perekonomian tetap stabil.
Namun, tantangannya menjadi berbeda ketika pemerintah ingin membawa pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi.
Mari menyebut investasi sebagai salah satu kebutuhan penting untuk menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
"Karena kita bisa mencapai 5 persen kalau kita stabil saja pertumbuhannya. Tapi, kalau kita mau tumbuh di atas 5 persen, itu perlu investasi," tutur dia.
Dengan demikian, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas makroekonomi. Pemerintah juga perlu menciptakan kondisi yang dapat mendorong peningkatan investasi sektor swasta.
Stabilitas makro dan iklim investasi menjadi dua hal yang saling berkaitan. Kondisi ekonomi yang stabil dapat menjadi fondasi bagi dunia usaha, sementara peningkatan investasi diperlukan untuk memberikan dorongan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Mari menekankan bahwa tantangan Indonesia saat ini adalah mempertahankan stabilitas di tengah berbagai dinamika ekonomi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun tekanan eksternal.
Faktor domestik yang memengaruhi rupiah, ditambah penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, menjadi bagian dari dinamika yang perlu diperhatikan.
Dalam kondisi tersebut, menjaga stabilitas makroekonomi menjadi penting agar iklim usaha tetap terjaga dan keputusan investasi dapat terus berjalan.
Bagi Indonesia, kebutuhan investasi menjadi semakin penting apabila pertumbuhan ekonomi ingin didorong melewati level 5 persen. Sementara itu, stabilitas tetap menjadi dasar agar pertumbuhan dapat dipertahankan secara konsisten.